drberita.id | "Mak, adek mau sekolah," ungkap Erlina, seorang ibu berusia 36 tahun yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Lewat yang ia ceritakan, Monica (9) putri bungsunya merengek meminta sekolah.
"Selama di rumah, dia selalu minta mau sekolah, dia mau belajar katanya," ucapnya.
BACA JUGA :Puluhan Ibu-ibu Perwiridan di Belawan Belajar Bilal Mayat
Mendapati hal demikian, Erlina pun mendapat informasi tentang sebuah sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Tanpa berpikir panjang, Erlina pun mengikutsertakan putrinya untuk belajar di sana. Di sekolah yang digagas oleh Camat Sunggal inipun, para anak berkebutuhan khusus mengenyam pendidikan dasar.
[br]
Dari pengakuan Erlina, ia mengatakan bahwa dirinya senang dengan hadirnya sekolah tersebut."Senang sekali bu ada sekolah ini, karena kita tahu sendiri tidak mungkin anak saya dimasukkan ke sekolah biasa, pasti tidak diterima," katanya.
Dari salah seorang relawan bernama Hafiz, sekolah ini memiliki murid sebanyak 15-17 orang anak. "Di sini ada 15-17 anak, tapi ya kadang-kadang yang datang tidak tentu, bisa juga 12 orang," ungkapnya.
BACA JUGA :Moeldoko Menggelikan, Kata AHY Sambil Tersenyum
Ia mengatakan dengan jumlah anak sebanyak 17 orang, mereka sebagai relawan membutuhkan ruangan belajar.
"Saat ini kita belajarnya menumpang di kelas yang ada di sekolah negeri ini, tapi begitu pun anak-anak tetap semangat datang walau kami masuknya siang karena kalau pagi kelasnya dipakai," ucapnya.
[br]
Hafiz juga mengatakan sebenarnya data dari Camat Sunggal, sampai saat ini terdata ada sekitar 100 anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Sunggal. Namun belum semua bisa ditangani PKBM, karena keterbatasan ruang yang dimiliki.
Dari pengalamannya mengajar, Hafiz mengatakan untuk mengajar anak-anak berkebutuhan khusus juga butuh fasilitas lain seperti alat-alat pendukung pembelajaran.
BACA JUGA :PMII Desak Walikota Medan Evaluasi 3 Kepala Dinas
"Sebenarnya memang sekolah ini masih sangat terbatas, ruangan belum ada, fasilitas alat pembelajaran juga belum kita miliki, namun kita tetap berjalan melihat semangat anak-anak yang mau belajar di sini ditemani orang tua mereka," katanya.
Dari keterangan yang diberikan Hafiz, secara keseluruhan anak-anak yang bersekolah di sini berasal dari keluarga pra sejahtera. Hal itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Hafiz bersama sembilan relawan lainnya memikirkan bagaimana sekolah ABK tersebut tetap berjalan.
[br]
Untuk itu, Dompet Dhuafa Waspada mengajak masyarakat luas mengulurkan tangan bersama mewujudkan impian membangun kelas untuk sekolah ABK di Kecamatan Sunggal.
Bantuan dengan nominal berapa pun nantinya diharapkan dapat membantu sedikit demi sedikit berdirinya ruang kelas untuk mereka.
BACA JUGA :Rutan Medan Digeledah, Handphone Hingga Kabel Listrik Ditemukan
Bantuan dapat disalurkan langsung melalui:
BNI Syariah 300.300.3155
Mandiri 106.0010949819
An. Dompet Dhuafa
Tambahkan kode 057 diakhir nominal donasi.
Semoga dari sedikit rezeki yang kita sisihkan kepada mereka nantinya akan menjadi amal jariyah bagi kita di akhirat kelak, Insya Allah.