Kadis Pertanian & Ketapang Langkat Plin-plan

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir022021/_9092_Kadis-Pertanian--amp--Ketapang-Langkat-Plin-plan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Istimewa
Poktan Gaharu Indah bersama Kadistan Ketapang Nasiruddin SP di ruang kerjanya.

drberita.id | Sikap dan tanggapan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Langkat Nasiruddin SP, plin-plan terkait pungutan yang dilakukan Ardian Cs terhadap Poktan Gaharu Indah, dalam pengurusan PSR terkesan membela bawahannya.

Pasalnya, saat ditemui di kantornya, Senin 22 Februari 2021, Nasiruddin mengaku sudah bertemu dengan Ardian di daerah Kebun Lada Binjai, Jum'at 19 Februari 2021 malam. Di sana, Ardian mengakui melakukan pungutan kepada Poktan Gaharu Indah sepanjang pengurusan PSR. Saat itu Nasiruddin juga mengarahkan Ardian segera menyelesaikan persoalan.

Kepada Nasiruddi, Ardian mengaku melakukan pungutan untuk kelengkapan administrasi, seperti fotocopy berkas. Ardian juga menyebutkan, bahwa dirinya bekerja tidak sendirian, melainkan bersama dua temannya.

BACA JUGA :Bupati Batubara Lantik 43 Pengurus Dewan Budaya

"Ardian itu bekerja bersama Nazri dan Johan selama pengurusan itu serta ada keterlibatan dua rekannya," terangnya.

[br]

Namun, pada Senin 22 Februari 2021 sekira jam 23.23 WIB, Nasiruddin kembali memberikan statement kepada awak media melalui pesan WhatsAppnya. Dia mengatakan, bahwa Ardian tidak ada melakukan pungutan seperti yang sudah diberitakan sebelumnya.

"Si Jon yang nerima uang untuk mengerjakan berkas dan itu diketahui oleh Nazli," terangnya.

"Kalian konfirmasi dulu, baru diberitakan. Berapa sebenarnya uang yang mereke terima. Pengakuan mereka, uang itu untuk mengerjakan berkas dan untuk transpot mereka, serta sudah disepakati oleh kelompok. Penyerahan uang itupun diketahui oleh Nazli," pungkasnya.

BACA JUGA :Irjen Panca Resmi Dilantik Jadi Kapolda Sumut

Saat ditanya kewajaran pungutan yang dilakukan Ardian serta kewenangan Johan dan Nazli itu, Nasiruddin bungkam seribu bahasa. Begitu juga Ardian, saat dikonfirmasi terkait dugaan pungutan yang dilakukannya, hingga kini yang bersangkutan enggan membalas pesan yang dikirim, meskipun saat dikonfirmasi WhatsAppnya sedang online.

[br]

Sebelumnya, menyikapi keluhan Kelompok Tani (Poktan) Gaharu Indah yang diduga ditipu oleh Ardian Daulay Cs hinga Rp 80-an juta dalam pengurusan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistan Ketapang) Kabupaten Kangkat Nasiruddin SP merasa kecewa atas ulah anggotanya yang telah mencoreng nama instansinya itu.

"Dia (Ardian) suadah saya pindahtugaskan ke Kecamatan Bahkrok. Saya minta dia untuk menyelesaikan masalahnya dengan Poktan Gaharu Indah. Kita instruksikn kepada petugas PPL jangan macam-macam di bawah, jangan ada pungutan," tegas Nasiruddin, di ruang kerjanya Senin 22 Februari 2021 pagi.

Disampaikan Nasiruddin, perbuatan Ardian Cs terkait pungutan itu di luar sepengetahuannya. Dirinya juga meminta maaf kepada poktan yang sudah dirugikan atas perbuatan anggotanya itu.

BACA JUGA :Kosekhanudnas III Siap Amankan Wilayah Barat Indonesia

"Fee 10 persen yang diminta Ardian itu gak ada dalam ketentuan dan saya sangat marah atas perbuatannya itu. Apalagi sampe jual nama bupati," kata dia.

[br]

Pada Jumat 19 Februari 2021 malam, Ardian menemui Nasiruddin di sebuah warung kopi di daerah Kebun Lada Binjai. Dalam pertemuan itu, Ardian mengakui pungutan yang dilakukannya sepanjang pengurusan PSR yang diajukan Poktan Gaharu Indah kepadanya.

"Saya sampaikan sama dia (Ardian) agar permasalahan itu diselesaikannya. Saya gak pernah berurusan seperti ini. Saya arahkan juga dia untuk menjumpai Poktan Gaharu Indah agar bisa dipertanggungjawabkannya. Jangan memberatkan poktan, karena mereka sangat membutuhkan bantuan," lanjutnya.

[br]

Penulis
: Avid
Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait

Berita

Serius Perangi Pungli LKS Madrasah di Medan - Deliserdang, IPNU Sumut Buka Posko Pengaduan dan Dumas ke APH

Berita

Kejati Sumut Terima Dumas Dugaan Pungli Pengadaan LKS Madrasah di Medan dan Deliserdang

Berita

Penerima Manfaat BSPS di Langkat Merasa Dirugikan, Kadis Perumahan dan Permukiman Bantah Bukan Pungli

Berita

Mantan Teroris Akan Laporkan Pemkab Deliserdang ke Prabowo Terkait Dugaan Pungli SIOP Sekolah Binaan Densus 88 dan BNPT

Berita

PMHLJ Minta Penegak Hukum Bersihkan Pungli di Pemkab Labuhanbatu

Berita

Kepala Sekolah SMAN 8 Medan Bantah Siswi Tidak Naik Kelas Karena Orang Tua Lapor Pungli