drberita.id-MEDAN | Bertahun-tahun lamanya ruas jalan Gang Kurnia, Jalan Cempaka, Lingkungan 4, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, rusak parah karena jalan dijadikan tempat pembuangan sampah.
Di kanan kirinya, sampah meninggi menjadi punggungan. Pejalan kaki pun kesulitan untuk terhindar dari kotor bila melintasi jalan. Pengendara sepeda motor harus berhati-hati melintasi jalan selalu tergenang air menutupi bagian jalan yang berlubang.
BACA JUGA :Bank Sumut Dapat Rp 1 Triliun dari Kementerian Koperasi dan UKM, Untuk KUR Rp 240 Miliar
Tak jarang, motor yang memaksa lewat bernasib apes karena bannya bocor terkena paku.
Kawasan ini dulunya adalah persawahan namun kini tak ditanami lagi. Air tetap mengalir membelah jalan. Jalan air ini sudah tertutupi sampah dan air akhirnya meluap ke jalan. Apabila hujan turun kondisi jalan makin parah. Sampah akan bercampur air menggenang di badan jalan. Kotor sekali.
[br]
Muhar Rizal, warga Gang Kurnia mengatakan bahwa kondisi ini telah lama mereka tanggung. Jalan mereka rusak, bau sampah menguap ke pemukiman. Mereka yang tinggal di sekitar sulit tak berdaya untuk melarang orang membuang sampahnya ke lokasi itu. "Sudah bertahun-tahun kondisinya seperti ini," kata Muhar, Minggu 2 Mei 2021.
Ternyata, salah satu penyebab masih banyaknya warga yang membuang sampah di lokasi ini, meskipun banyak warga yang membayar retribusi pengutipan sampah sebesar Rp 25.000 per bulan, namun kinerja petugas kebersihan tak setiap harinya datang mengutip sampah. "Paling satu minggu (pekan) itu datang dua kali," kata Johanes, warga Lingkungan 5.
BACA JUGA :Anak Medan 'Mural' KRI Nanggala 402 di Simpang Glugur
Tentu ini persoalan. Kondisi ini juga terjadi di beberapa lingkungan lain di Sari Rejo. Akibatnya, sering terlihat lahan kosong dijadikan tempat pembuangan sampah.
"Kami warga berharap Bapak Walikota Medan Bobby Nasution tahu persoalan kami dan dapat membantu. Apalagi beliau sedang fokus menangani masalah banjir dan sampah," pinta Muhar.
[br]
Memang saat ini di Sari Rejo termasuk di Lingkungan 4 dan 5 terlihat sedang dilakukan pembangunan parit oleh Pemko Medan. Ini bagian dari salah satu fokus Walikota Medan Bobby Nasution yakni penanganan banjir dan sampah di Medan. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda penanganan sampah Gang Kurnia.
Pada Januari 2020 silam, sampah di lokasi ini sempat dikeruk oleh alat berat dan diratakan. Lurah Sari Rejo Nurainun ketika itu menyebut bahwa akan ada anggaran yang akan dialokasikan untuk rabat beton jalan itu. Setelah jalan diperbaiki, maka selanjutnya di kanan kiri jalan akan dibuatkan bambu agar orang tak lagi membuang sampah di lokasi itu.
BACA JUGA :Gubsu Diminta Objektif Tetapkan Dirut Bank Sumut Yang Baru
Namun, pengalihan anggaran karena pandemi Covid-19 kemudian menyebabkan rencana tersebut tak terwujud sampai sekarang.