drberita.id | Wartawan ini pernah disekap dan dikelilingi 8 pria berambut cepak dan laras panjang. Penyekapan itu terjadi gara-gara dirinya ingin mengkonfirmasi seorang pengusaha pabrik di Kota Medan.
Pria kelahiran 48 tahun lalu, bernama Aswani Hafit ini mengawali karirnya sebagai jurnalis di Harian Medan Pos. Ia menjadi kuli tinta selama 21 tahun, dan akhirnya mengundurkan diri dari media cetak terbitan Kota Medan itu di tahun 2017.
"Sekarang saya bekerja di media online untuk melanjutkan profesi saya sebagai seorang jurnalis," ujar ayah tiga anak ini ketika ditemui awak media di sela-sela Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Dewan Pers bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut di Grand City Hall, Jalan Balai Kota, Medan, Kamis 25 Februari 2021.
BACA JUGA :Polisi Tembak Mati Anggota Kostrad di Kafe
Pria yang akrab disapa Avid ini lalu melanjutkan ceritanya sewaktu baru 2 tahun berprofesi sebagai wartawan. Ia pernah 'disekap' oleh 8 pria berambut cepak dan bersenjata laras panjang, hanya karena ingin mempertanyakan seorang karyawati pabrik dipecat secara sepihak, gara-gara "datang bulan".
Di bawah tekanan dan intimidasi, akhirnya terjadi negoisasi yang cukup pelik. Bos pabrik bernama Ahui, akhirnya bersedia mengalah dan mempekerjakan kembali buruh pabrik yang sempat dipecat tersebut.
BACA JUGA :BPN Siap Bantu Polisi & Jaksa Berantas Mafia Tanah di Sumut
"Di situlah kebanggaan saya jadi wartawan. Saya bisa memperjuangkan hak orang yang tertindas untuk kembali bekerja," tukas Avid.
"Dan, satu lagi yang menambah saya semangat dan banggakan, ketika baru seumur jagung jadi wartawan, saya ditugasi Redaktur Olahraga Bang Ariadi meliput perjalanan Api Pon keliling Sumut bersama rombongan Disporasu, difasilitasi dan dielu-elukan masyarakat," tutup warga Medan Perjuangan ini.
BACA JUGA :Positif Narkoba, Darma Syahputra Masih Bekerja di PTPN3 Mambang Muda