Rekam Medis Sakit Jantung, Meninggal di RS Murni Teguh Divonis PDP Covid-19

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir062020/_6065_Rekam-Medis-Sakit-Jantung--Meninggal-di-RS-Murni-Teguh-Divonis-PDP-Covid-19.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Istimewa
Ebon Rokan, keponakan almarhum Ferry Syahbudi.

drberita.id | Rumah Sakit Murni Teguh, Jalan Jawa, Medan, Jumat 24 April 2020, lalu memvonis Ferry Syahbudi (45) meninggal dunia positif PDP virus Corona (Covid-19). Padahal, almarhum Ferry masuk rumah sakit swasta tersebut rekam medisnya sakit jantung.

Kekecewaan keluarga almarhum Ferry pun sampai saat ini masih membekas. RS Murni Teguh dituding tidak profesional menangani pasien yang memiliki rekam medis penyaki jantung.

"Seharusnya (almarhum) bisa dikebumikan sebagaimana mestinya. Diantar ke peristirahatan terakhirnya oleh sanak saudara, namun berubah menjadi kepiluan yang lebih menyakitkan. Keluarga kami tidak bisa berbuat apa-apa atas keputusan dokter yang memvonis PDP Covid, meski almarhum negatif Covid-19," ungkap Ebon Rokan, keponakan almarhum Ferry Syahbudi dalam keterangan tertulis, 5 Juni 2020.

Diketahui, almarhum Ferry Syahbudi masuk ke RS Murni Teguh Jumat 24 April 2020, sekira pukul 10.00 WIB dan meninggal sekira pukul 15.48 WIB.

Menurut Ebon, dirinya mengaku aneh bercampur bingung saat mendampingi tantenya, istri dari almarhum Ferry Syahbudi, di RS Murni Teguh, mengetahui almarhum ditangani oleh seorang dokter paru. Padahal ia tahu almarhum sakitnya jantung dan pernah dioperasi di RS Murni Teguh.

Baca Juga: Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz KD Dimutasi Jadi Kasetukpa Lemdiklat Polri

"Waktu almarhum (Ferry Syahbudi) operasi jantung juga di rumah sakit murni teguh, anehnya saat masuk saat itu justru ditangani dokter paru, itu saya jadi merasa bingung, dan meninggalnya divonis jadi PDP Covid-19. Sampai saat ini keluarga kami semuanya belum terima vonis meninggal om PDP Covid-19," tutur Ebon.

Ebon menilai Rumah Sakit Murni Teguh tidak memilik dokter profesional dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli menangani pasien Covid-19. Sehingga nyawa manusia dibuat tidak berharga dan menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.

"Vonis meningga PDP Covid-19 dari dokter rumah sakit murni teguh kepada om (Ferry Syahbudi) kami tidak mendasar, padahal rumah sakit itu rujukan pemerintah. Bisa pasien rekam jejaknya penyakit jantung meninggal PDP Covid-19," cetusnya.

Rasa kecewa Ebon dan keluarganya semakin parah dengan hasil pemeriksaan vonis PDP Covid-19 almarhum.

Berdasarkan surat Kepala Laboratorium Klinik Terpadu Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 84/UN5.3.2.7/KPM/2020 tanggal 08 Mei 2020, hasil pemeriksaan sampel Covid-19 dinyatakan negatif.

Baca Juga: Terjadi di Asahan: Pak Presiden Tolong Perbaiki Jalan Kami Sudah Bertahun Rusak

"Tanggal ambil sampel 25 April 2020 dan tanggal terima hasil pada 8 Mei 2020 dengan hasil laboratorium RT-PCR SARS CoV-2 negatif, ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr. H. Alwi Mujahit Hadibuan, M.Kes," kata Nobon.

"Sebagai tembusan, Gubernur Sumatera Utara (sebagai laporan) di Medan, Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Pasien Berdomisili," tambahnya.

"Surat keterangan meninggal No.104/RM-MTHM/SKM/IV/2020 setelah di rawat di RS Murni Teguh, Memorial Hospital, hari Jumat 24 April 2020 pukul 15.48 WIB, disaksikan oleh dr. Esti Prihastika Sibarani," tutupnya.

Belakangan, bermunculan kasus yang sama seperti dialami almarhum Ferry Syahbudi. Pasien meninggal dinyatakan Covid-19 tetapi setelah ada hasilnya ternyata negatif Covid-19. (art/drb)

Editor
: Gambrenk
Sumber
: Pers Rilis

Tag:

Berita Terkait

Berita

Macron Tolak Tes PCR di Rusia, Pemuda Katolik: Lendir Saja Tidak Rela Kasih, Konon Sejengkal Tanah

Berita

Cathlab RS USU Berhasil Selesaikan Tindakan PCI Perdana

Berita

Sebanyak 436 Pegawai KPK Positif, 10 Orang Meninggal Dunia

Berita

Camat Medan Deli: Hindari Tempat Keramaian Jika Tidak Mendesak

Berita

Catatan Kecil Perjuangan: Selamat Jalan Singa Allah & Muallim Umat Allahuyarham Ustadz Tengku Zulkarnain

Berita

Kalah Lawan Virus Corona, Ustadz KH. Tengku Zulkarnai Meninggal Dunia