Ketua HUBASIBE Berharap Pemimpin Kota Medan Peduli Hutan Mangrove

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir122020/_5077_Ketua-HUBASIBE-Berharap-Pemimpin-Kota-Medan-Peduli-Hutan-Mangrove.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Istimewa
Hutan Mangrove di Belawan.

drberita.id | Sama diketahui bahwa seiring kemajuan jaman tak sedikit persoalan serta masalah mucul di tengah-tengah masayarakat di belahan dunia. Bahkan peristiwa alam yang belakangan ini terjadi tak sedikit masayarakat hanya bisa pasrah kepada ketentuan Tuhan.

Sebut saja Kota Medan yang baru-baru ini ditimpa musibah banjir besar sehingga menelan lebih dari 6 korban jiwa. Jelas bahwa ini bagian pekerjaan rumah yang tak mudah bagi pemimpin Kota Medan ke depan. Banjir yang menjadi langganan kota ini harusnya bisa disikapi secara serius untuk pemimpin Kota Medan mendatang.

Salah satu ekowisata yang terdapat di Kota Medan yakni Ekowisata Mangrove Sicanang yang berada di Kecamatan Medan Belawan. Di sana ada seorang pengelolah, seorang aktivis muda yang memiliki mimpi Kota Medan bisa bebas banjir ke depannya.

Baca Juga :Sekda Sabrina Benarkan Mobil Dinas BPBD Sumut Hilang

FR. Nasution, akrab disapa mengatakan bahwa sejatinya alam diciptakan Tuhan lengkap dengan fungsi sesuai kebutuhannya. "Tak ada alsan untuk berpangku tangan dan pasrah dengan keadaan, semua pasti ada solusinya," katanya dalam keterangan tertilis, Jumat 25 Desember 2020.

FR. Nasution juga menjelaskan bahwa jika belajar dari beberapa kota, bahkan negara yang berkembang maka bisa melihat kota maupun negara yang berkembang, akhirnya berfahamkan kepada bahwa manusia dan teknologi harus kembali ke alam. Tak sedikit LSM maupun aktifis lingkungan dari Luar negeri melakukan observasi, dan mereka berdecak kagum dengan keindahan serta keistimewaan alam Mangrove Sicanang.

Menutur FR. Nasution, Ketua Yayasan Peduli Mangrove HUBASIBE, Mangrove Sicanang adalah satu-satunya hutan mangrove yang masih tersisa di Kota Medan. Ini butuh perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Medan guna keberlangsungan ekosistem alam di Kota Medan. Jika wilayah ini punah maka bisa dipastikan Kota Medan akan tengelam dengan abrasi Laut Belawan nantinya. Mangrove Sicanang adalah tumbuhan yang sangat berjasa untuk masayarakat Kota Medan, sebab mangrove adalah tumbuhan yang mampu menjadi filterisasi alam yang paling baik.

Baca Juga :Netizen Medan Kumpul Donasi Untuk Perbaikan Jembatan Roboh Akibat Banjir

Bayangkan pabrik maupun perusahan yang ada di wilayah Medan Utara, kian hari kian bertambah. Tak sedikit limbah atau pun polusi yang dikeluarkan setiap menit, jam, dan hari dan hal ini berlangsung bertahun tahun. Polusi udara dan pencemaran lingkungan tak dapat dihindari untuk suatu perkembangan kota dan bahkan negara. Namun pemerintah harus mampu mencari formulasi bijak dalam menyikapinya.

Lelaki berdarah Mandailing ini berpesan kepada Walikota Medan terpilih, bahwa Kota Medan masih punya Mangrove Sicanang sebagai benteng alam yang harus diperhatikan kelestarian dan manfaatnya agar tetap dapat dirasakan sebagai garda terdepan NKRI sebagai penahan dan menetralisir kemungkinan buruk yang terjadi, seperti polusi banjir dan lain sebagainya. Pemerintah Kota Medan diharapkan menerbitkan Perda untuk menjaga mangrove tetap lestari dari perambah.

art/drb

Editor
: admin
Sumber
: Rilis

Tag:

Berita Terkait

Berita

Pelantikan TP PKK Medan 2025-2030: Pesan Walikota Jauhkan Gadget dari Dalam Rumah Demi Pendidikan Anak

Berita

Wartawan Kecewa Rapat Pansus LKPj Walikota Medan Buka Tutup, Elfanda Ananda: Akses Publik Dijauhkan

Berita

Warga Jalan Turi Tolak Rencana Walikota Medan Alihfungsi RTH Jadi TPA Sampah

Berita

Kondisi Kota Medan Mulai Normal Pascabanjir Bandang yang Meluas di 21 Kecamatan

Berita

Banjir di Kota Medan, Prof Muryanto Ajak Sivitas Akademika Ikut Peduli

Berita

5 Bulan Surat Kwarcab Gerakan Pramuka Medan Ditahan, Apakah Walikota Tidak Respon?