Diskusi: GMPB Dukung New Normal Diterapkan Diseluruh Daerah

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir052020/_2628_Diskusi--GMPB-Dukung-New-Normal-Diterapkan-Diseluruh-Daerah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Istimewa
GMPB diskusi soal New Normal.

drberita.id | Pandemi Covid-19 hari ini bukan hanya sekedar wabah penyakit yang mematikan namun lebih dari itu. Corona Virus menjadi sebuah problem baru bagi dunia Internasional, tidak terkecuali Indonesia.

Akibat Corona Virus ini segala aktivitas pemerintahan, sosial, pendidikan dan lain sebagainya harus terhenti yang menimbulkan kegaduhan ditengah-tengah masyarakat. Dampaknya ialah masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah tidak mendapatkan jaminan untuk mencukupi biaya kehidupan sehari-hari, PHK massal yang menyebabkan kegaduhan sosial.

Sebagai upaya kembali menghidupkan prekonomian, pemerintah pusat mempersiapkan konsep 'New Normal' dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, dengan membuka kembali aktivitas sosial dengan menggunakan standar kesehatan agar perekonomian kembali berjalan normal.

Baca Juga: Kisah Lockdown TKI Asal Malaysia, Pulang Kampung Lalu Bunuh Istri

Gerakan Mahasiswa Pembaharuan Batubara (GMPB) Jumat malam 29 Mei 2020, mendiskusikan 'New Normal' sebagai sebuah konsep solusi untuk memutus rantai penyebaran Corona Virus. Namun aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan normal dengan memperhatikan protol kesehatan.

Syahnan Afriansyah Wakil Presiden Mahasiswa UIN Sumut dan juga Ketua Umum GMPB dalam diskusi menyampaikan bahwa 'New Normal' merupakan kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan.

Syahnan juga mengatakan 'New Normal' adalah tahapan baru setelah kebijakan 'Stay at Home' atau 'Work From Home' diberlakukan untuk mencegah penyebaran massif wabah virus corona. Utamanya 'New Normal' dapat menjadi jawaban masyarakat agar warga yg memerlukan aktivitas di luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar kesehatan yg ditetapkan.

"Jadi, bukan sekedar bebas bergerombol atau keluyuran," tutur Syahnan Afriansyah dalam keterangan tertulis, Sabtu 30 Mei 2020.

Dalam kesempatan ini, GMPB ingin menyampaikan bahwa mereka mendukung 'New Normal' untuk segera diberlakukan diseluruh daerah. Tentu konsep penerapan 'New Normal' ini bukan hanya sekedar membuka kembali aktivitas sosial dan perekonomian.

Baca Juga: GTPP Covid-19 Sumut Tidak Cermat, Pemkab Batubara Bantah Ada Warganya Positif Corona

Sebelum menerapkan 'New Normal' pemerintah juga harus melakukan pematangan dalam penerapan secara tekhnis. Sebagai catatan, dalam tekhnisnya 'New Normal' tetap harus memperimbangkan sosial distancing.

"Maka dari itu, sebagai contoh meja kasir atau layanan pemerintah harus menyediakan pembatas plastik, menyediakan hand sanitizer, masker dan disinfectan di lokasi pusat keramaian masyarakat dalam menjalankan aktivitasnaya, dan lain-lain," tutup Ketua Umum GMPB. (art/drb)

Baca Juga: Jaksa Agung Lantik 7 Kepala Kejaksaan Tinggi, 1 Antaranya Wakajati Sumut Jadi Kajati Yogya

Editor
: Bornok
Sumber
: Pers Rilis

Tag:

Berita Terkait

Berita

Polsek Sunggal Sosialisasi AKB ke Masyarakat

Berita

Pernikahan Puteri Gubsu Jadi Contoh Bagi Rakyat Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Berita

AMPI Kecam Sikap Humas PT WIKA 'Jual' Nama Polda Sumut

Berita

Kapolda Sumut Ajak Kades di Batubara Sosialisasikan New Normal

Berita

Kajati Sumut: Penanggulangan Covid-19 Tugas Kita Bersama

Berita

Pangdam I BB Minta Pelaku Dunia Usaha Ikut Perhatikan Protokol Covid-19