22 Tahun PAN Mengemban Amanah Rakyat

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082020/_5628_22-Tahun-PAN-Mengemban-Amanah-Rakyat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Istimewa
Zulkifli Lubis SH

drberita.id | Partai Amanat Nasional (PAN) didirikan 23 Agustus 1998, memiliki akhlak politik berlandaskan agama yang membawa rahmat bagi sekalian alam tertuang dalam AD Bab II, Pasal 3-2.

Kelahiran PAN seiring dengan semangat perubahan tata kelola berbangsa dan bernegara agar terwujud apa yang dicita-citakan para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dinamika politik tanah air memiliki karakter unik, dimana politik yang bekembang masih dalam persimpangan jalan antara karakter politik penjajah dan nilai-nilai luhur bangsa sehingga partai politik yang seharus membela dan memperjuangkan hak-hak rakyat, sengaja atau terpaksa harus berpihak kepada penguasa yang mengutamakan kepentingan kaum kapitalis.

Kegamangan dan lemahnya rasa nasionalisme para elit partai menyikapi dinamika politik global menyebabkan partai terseret dalam arus kekuatan politik negara-negara super power dan Indonesia sebagai harta karun dunia, menjadi bancakan kekuatan asing.

Baca Juga :Kebakaran Gedung Kejagung Tak Ada Korban Jiwa

Dalam usianya 22 tahun PAN, masih belum mampu beradaptasi dengan baik terhadap dinamika politik global. Konflik internal yang berakibat terpecahnya akar rumput tidak hanya terjadi pada PAN, semua partai politik juga mengalami penderitaan yang sama.

[br]

Kita sebagai generai penerus partai harus berani berkata jujur dan introspeksi diri bahwa kita tidak dalam kondisi baik-baik saja, dengan begitu kita akan terus memperbaiki diri dan mendorong kita untuk lebih maju, berkembang serta tangguh dalam menghadapi persoalan bangsa.

Amanat Kebangsaan

Baca Juga :Mahasiswa Sumut Demo KPK Minta Selidiki Dana Covid-19 Rp 1,6 Triliun

Sampai saat ini dan selamanya PAN akan terus mengawal dan memberikan sumbangsih pemikiran serta karya nyata sebagai wujud amanat kebangsaan dengan tidak melupakan sikap kritis yang membangun, sebagai tugas pokok dari seluruh kader partai.

PAN sebagai pembawa pesan amanah rakyat dan organisasi kemasyarakatan lainya yang ikut membesarkannya, telah banyak memberikan kontribusi dalam pembangunan, pendidikan dan turut serta mewarnai perubahan peradaban bangsa, PAN akan tetap berdiri di depan menghadapi masalah multi dimensi yang sedang dihadapi pemerintah.

Indonesia membutuhkan solusi terhadap semua persoalan yang dihadapi, bukan saatnya kita mencari siapa yang salah, kita harus bisa terima Indonesia apa adanya dan sekaligus memahami bahwa Indonesia perlu diselamatkan dari ketergantungan kekuatan asing, sampai menjadi negara yang mandiri.

PAN dan semua pemangku kepentingan harus melepaskan ego kelompok dan bersatu dalam pemikiran kolektif yaitu satu pemikiran demi penyelamatan Indonesia.

[br]

Kepemimpinan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita krisis kepemimpinan hampir disemua sektor, krisis kepeimpinan menjadi sebab utama krisis multi dimensi yang menghantam Indonesia. Krisis kepemimpinan tidak berdiri sendiri, ada faktor pendukungnya yaitu lemahnya pengetahuan politik masyarakat.

Baca Juga :Dokter Anggota IDI Cabang Medan Meninggal Positif Covid-19

Pengetahuan politik lemah karena tidak berjalan peran dan fungsi partai politik dalam memberikan pendidikan politik masyarakat. Peran dan fungsi partai politik tidak berjalan karena partai politik cenderung telah bertransformasi menjadi "Badan Usaha" yang sipatnya hanya orientasi profit bagi elit partai.

Mungkin bisa dipikirkan solusi seperti yang pernah diusulkan oleh Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera Utara (LP3SU) dengan menjadikan KPU-KPUD yang selama ini hanya sebagai penyelengara Pemilu diberi tugas utama lainnya bersama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan pendidikan politik masyarakat.

Kualitas pemilu akan semakin baik karena telah melibatkan masyarakat sejak awal dalam proses politik dan pada akhirnya akan terjaring pemimpin yang memiliki integritas terbaik.

[br]

Pada usia 22 tahun PAN telah banyak mencetak kader-kader pemimpin yang duduk diberbagai institusi swasta, dan pemerintahan meskipun belum pada posisi yang sangat strategis seperti Presiden.

Anggota legeslatif PAN diberbagai daerah pemilihan menunjukan peningkatan dibanding tahun 2014, seperti Kota Medan sejak dibawah kepemimpinan Bahrumsyah, SH, MH PAN yang sebelumnya hanya 4 kursi pada tahun 2014, mendapat 6 kursi pada pemilihan 2019, meski ada penurunan perolehan kursi dibeberapa daerah lain. Peningkatan perolehan kursi berarti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PAN semakin baik, sebagai hasil kepedulian PAN terhadap persoalan di masyarakat.

Dibutuhkan kerja keras yang berkesinambung dengan tetap berlandaskan akhlak politik yang disepakati disertai niat yang tulus. PAN sebagai ladang pengabdian akan menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang setia dalam mengemban amanah nasional. (art/drb)

Zulkifli Lubis SH

Wakik Sekretaris PAN Kota Medan

Editor
: Bornok
Sumber
: Rilis

Tag:

Berita Terkait

Berita

KPK Periksa Pejabat Pemko Medan Terkait Uang Sitaan dari Rumah Topan Ginting

Berita

Pembumian Wawasan Kebangsaan dan Nilai Pancasila Secara Masif Cegah Krisis Identitas Gen Z dan Gen Alpha

Berita

136 Unit Kendaraan Bermotor Diamankan dari Gudang Penyimapanan Ilegal di Percut Sei Tuan

Berita

Hari Tasyrik Ketiga, Penyintas Banjir Tapanuli Selatan Akhirnya Terima Kurban dari FOZ Sumut

Berita

Menteri Imipas Pindahkan Narapidana Korupsi Topan Ginting dari Rutan ke Lapas Medan

Berita

Sebanyak 735 KK di Aceh Tamiang Terima Daging Kurban Idul Adha dari Pemuda Pancasila Sumatera Utara