Wisuda UNS: Panglima TNI Sebut Indonesia Banyak Tertinggal Tentang Ketahanan

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir052020/_5726_Wisuda-UNS--Panglima-TNI-Sebut-Indonesia-Banyak-Tertinggal-Tentang-Ketahanan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
istimewa
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

DRberita | Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan, Indonesia mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki untuk menghadapi pandemi Corona. Oleh karena itulah, sejumlah fakta tentang ketahanan negeri mulai terlihat.

Dia menyebut, Indonesia banyak tertinggal tentang ketahanan ini.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam wisuda daring periode kedua yang dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Sabtu 2 Mei 2020.

Baca Juga: HIMMAH Minta Erick Tohir dan Bareskrim Tangkap Dirut PTPN2 Bermain Harga Gula

"Saat itulah kita baru tersadar ternyata sektor industri kita belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Demikian pula dengan bahan pangan. Kita dapat mengalami kesulitan mengimpor bahan pangan karena negara-negara eksportir itu juga berupaya mengamankan kebutuhan dalam negerinya," ucap Hadi.

Termasuk, pemenuhan alat rapid test. Terlebih dalam pandemi Corona ini, alat tes untuk PCR itu, sangat dibutuhkan. "Yang lagi-lagi ternyata belum dapat diproduksi di dalam negeri. Walaupun kita mengekspor masker medis ke banyak negara, bahan bakunya masih kita dapatkan dari impor," tutur Hadi.

Panglima TNI menuturkan, kondisi inilah, kemudian membuat dunia pendidikan, dunia penelitian, dan industri dalam negeri bergerak untuk mengatasi wabah Corona.

Baca Juga: Mutasi Komjen Suhardi Alius, IPW Nilai Kapolri Lampaui Kewenangan Presiden

"Lembaga pendidikan tinggi, lembaga riset dan industri berupaya memproduksi alat kesehatan yang dibutuhkan untuk melawan Covid-19. Masyarakat luas juga membuat masker kain untuk keperluan pemakaian sehari-hari. Sebagian masyarakat bahkan mendonasikan produknya," kata Hadi.

Semangat persatuan dan kesatuan, lanjut Hadi, mulai bangkit. "Kesadaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa inilah saatnya kita berbenah. Merapikan segala sesuatunya sehingga Indonesia dapat maju dan mandiri," ungkap Hadi.

Baca Juga: TNI Polri Selamatkan 13 TKI Ilegal Asal Malaysia Terdampar di Hutan Bakau

Menurut dia, momentum ini yang membuat tersadar, jangan sampai hilang. "Kesadaran bahwa pertanian dan peternakan rakyat harus dibangun tidak boleh hilang. Demikian pula kebutuhan industri farmasi dalam negeri, untuk menghasilkan obat-obatan yang dibutuhkan ratusan juta rakyat. Dengan potensi penduduk dan wilayahnya, Indonesia memiliki potensi yang dahsyat untuk menjadi negara maju," tukasnya.

"Saya yakin inilah yang menjadikan Indonesia dianggap sebagai 1 dari hanya 3 negara, yang akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun 2020 di tengah pandemi. Pekerjaan rumah kita sangat panjang. Kita dapat belajar dari sejarah. Tidak ada negara maju yang mencapai kemajuannya secara instan. Semua itu buah dari upaya dan kerja keras dengan pondasi sumber daya manusia yang unggul," pungkasnya. (art/drb)

Editor
: Bornok
Sumber
: liputan6.com

Berita Terkait

Politik

Paket Proyek Dinas BMBK Sumut Berbau Suap: Wajib Setoran Depan Setelah Potong Pajak

Politik

Vape Pengganti Rokok Atau Gaya Gen-Z

Politik

Imigrasi NTT Optimalisasi Akses dan Layanan di TTU

Politik

SPMB di Sumut, 5 Sekolah Favorit di Kota Medan, MARGASU Minta Penegak Hukum Tindak Tegas Agar Ada Efek Jera

Politik

Layang Layang Permainan Tradisional dari Cina

Politik

Pakde Gebel, Pengusaha Es Krim yang Merugi Akibat Blackout PLN