drberita.id | Pengaduan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke PTUN terkait Penganggaran Rp 2,7 triliun untuk perbaikan jalan di Provinsi Sumatera Utara, mendapat respon dari Tunggul CE Butarbutar.
Ia menilai pengaduan PSI itu sah sah saja dilakukan. Tetapi, apakah pengaduan tersebut mewakili kepentingan rakyat Sumatera Utara?
"Tidak ada masalah, rakyat yang akan menilai apakah memang pengaduan itu mewakili kepentingan rakyat atau sekedar mencari popularitas karena mengadukan Gubernur, atau membawa kepentingan pengusaha yang tidak mampu bersaing dalam tender pekerjaan tersebut," ucapa Tunggul CE Butarbutar dalam keterangan tertulis, Kamis 21 April 2022.
Menurut Tunggul, program percepatan pembangunan jalan yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara harus di apresiasi, bukan malah dicurigai.
"Harusnya PSI mendukung dan mengawasi pekerjaan tersebut agar hasilnya dapat dirasakan manfaatnya bagi rakyat Sumatera Utara, dan uang rakyat tidak dikorupsi," tegasnya.
"Itulah yang harus dilakukan oleh partai politik, bukan malah mengadukan," sambung mantan Aktivis Mahasiswa ini.
BACA JUGA:
Zeira Salim Ritonga Desak Pemerintah Ambil Alih Areal PT. Sri PerlakSecara pribadi, Tunggul CE Butarbutar, merasa kecewa melihat sikap PSI yang mengatasnamakan kepentingan rakyat untuk menyelamatkan uang rakyat.
"Sementara diketahui uang tersebut digunakan untuk mengurangi penderitaan rakyat yang selama ini jalan yang mereka lewati sangat rusak," sebutnya.
Mantan Aktivis Mahasiswa yang kerap dipanggil dengan panggilan Charles Gondrong ini menyampaikan agar Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi tetap teguh dan tidak terpengaruh pada pengaduan yang disampaikan PSI ke PTUN Medan.
"Kalau PSI berani sampaikan juga pada rakyat Marike di Kabupaten Langkat yang termasuk salah satu daerah yang jalannya akan diperbaiki. Sampaikan juga pada seluruh rakyat di 450 Km yang jalannya akan diperbaiki, bahwa mereka mengadukan Gubernur Sumatera Utara karena menganggarkan Rp 2,7 triliun untuk perbaikan jalan di Sumatera Utara, itu adalah kepentingan rakyat," tegas Tunggul CE Butarbutar.
BACA JUGA:
Pekan Depan Gerbrak Kembali Demo Bupati dan "Pangeran" Batubara di KPK dan KejagungJika mengataskan rakyat, lanjut Tunggul, sebaiknya PSI proporsional dan jangan segelintir yang lantas mengklaim sudah seluruh rakyat Sumatera Utara.
"Apakah sudah dilakukan survey bahwa rakyat Sumatera Utara sepakat dengan tindakan yang dilakukan PSI. Partai P
politik itu bukan untuk mencari popularitas, tapi untuk menyelesaikan penderitaan rakyat, sehingga tidak menderita," seru aktivis 98 ini.