drberita.id-Medan | Dugaan ketidaktransparanan Koordinator Lapangan BPBD Sumut Rijal terhadap wartawan yang akan meliput kegiatan pengambilan Swab PCR ulang 97 warga Kota Medan, yang merupakan penumpang pesawat dengan nomor penerbangan QZ 107 tujuan Penang - Medan, mendapat reaksi dari DPRD Medan.
Ke 97 penumpang pesawat tersebut menjalani karantina dan harus melakukan pemeriksaan kesehatan, berupa Swab PCR ulang yang dilakukan oleh Balai Tehnik Kesehatan Lingkungan (BTKL) PP Kelas I Medan, bekerja sama dengan BPBD Sumut di Grand Darussalam Syariah Hotel, Jalan Darussalam Medan, Kamis 29 April 2021.
BACA JUGA :Pesanteren Kilat Alam, P3KS: Terima Kasih BAPERA Sumut
Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala pun marah dan mengingatkan Rijal sebagai Koordinator Lapangan BPBD Sumut agar bekerja profesional.
"Sebagai Koordinator lapangan seharusnya dia (Rijal) memberikan data yang akurat terkait kegiatan Swab PCR ulang ini. Bukannya menghindari pertanyaan atau menolak konfirmasi wartawan dengan berbagai alasan. Apalagi yang meminta data seorang wartawan yang sudah berkompeten di bidang jurnalistik," kata Rajudin.
[br]
Wartawan itu, kata Rajudin, merupakan corong penyampai pesan kepada masyarakat. Atas kondisi terkini penyebaran Covid-19 di Kota Medan.
"Jangan sampai akibat penggunaan Rapid Tes bekas oleh oknum dari Kimia Farma di Bandara KNIA menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Kota Medan. Untuk itulah keterbukaan data dari pihak BPBD sangat dibutuhkan," ketusnya.
BACA JUGA :DPW Jaring Mahali Demo Lelang Proyek APBD Sumut Rp 40 miliar
Dan yang harus diingat oleh seluruh lihat pihak terkait, jangan ada indikasi untuk menutup-nutupi data real tentang Covid-19 di Kota Medan.
"Saya pastikan kalau ada pihak yang berbuat seperti itu, bisa dikenakan sanksi hukum. Sebab ini menyangkut keselamatan hidup orang banyak," pungkasnya.
[br]
Sementara, salah seorang petugas BTKL PP Kelas I Medan yang namanya enggan disebut menambahkan, bahwa kegiatan Swab PCR hari ini merupakan anti sipasi dari peristiwa yang terjadi di Bandara KNIA beberapa waktu lalu.
"Di sini kami hanya membantu pihak BPBD Sumut untuk pengambilan sampel Swab PCR kepada 97 penumpang asal Penang yang tiba di Kota Medan. Kebetulan hari ini Koordinator Lapangan BTKL PP Kelas I Mahyudi tidak datang. Karena ada kegiatan di kantor yang tak bisa diwakilkan," jelasnya.
BACA JUGA :Kualitas Layanan Publik Polri dan BPN di Sumut Perlu Ditingkatkan