drberita.id | Terungkap kondisi irigasi yang memperihatinkan terjadi selama 3 tahun di 5 desa, di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) tidak bisa teratasi.
Hal itu dinyatakan anggota Komisi D DPRD Sumut Tangkas Manimpan Lubantobing, dari Fraksi Demokrat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas SDA Cipta Karya Tata Ruang, dan BWS I Sumut, di gedung dewan, Senin 31 Agustus 2020.
"Waktu itu petani menyampaikan masalah ini dengan saya, mereka (petani) irigasi ke lahan mereka dari Sungai Aek Siborgung sudah tidak bisa. Dan kondisi sudah terjadi sejak 3 tahun ini," ungkap Tangkas.
Baca Juga :Yuri Siregar: HMSI Sumut Akan Kembangkan Sistem Koperasi Sangat Teruji
"Saya heran, kenapa sampai 3 tahun tidak diperbaiki, apa masalahnya," sambungnya.
Lalu, Simanjuntak dari BWS I Sumut menjelaskan penyebabnya adalah pipa yang ditanam untuk penyediaan air baku, sehingga itu yang terjasi. Itu bisa diperbaiki.
"Penyediaan air baku. Ditanam pipanya di sana (Aek Siborgung) dapat diperbaiki lagi. Surat dari pemda ke Gubsu lalu Kementerian. Itu prosedurnya, nanti kita perbaiki irigasi di 5 desa itu," katanya.
Simanjuntak jug mengatakan, petani di Kecamatan Tarutung setiap tahunnya mendapatkan bantuan dana untuk perbaikan irigasi.
"Ada namanya Perkumpulan petani pemakai air. Perkelompk dapat Rp 195 juta per daerah irigasi. Banyak kelompoknya, lahan pertanian di sana kalau tak salah 450 hektar luasnya," kata Simanjuntak.
Baca Juga :Sarpan Cabut Pengaduan Dapat Uang dari Polsek Percut Sei Tuan
RDP yang dilaksanakan dihadiri Kepal BWS I Manan Nasution, Alfi Harahap Kadis, Sekretaris serta para Kabid Dinas SDA Cipta Karya Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara.
art/drb