Tenaga Ahli Kemenag Hadiri Wisuda Univa Labuhanbatu

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir122022/_1184_Kasatkornas-Banser-Hadiri-Wisuda-Univa-Labuhanbatu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Hasan Sagala di Univa Labuhanbatu.

drberita.id | Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Gus Yakut Cholil Qoumas, mengutus Tenaga Ahli Kementrian Agama, Hasan Basri Sagala menghadiri wisuda sarjana ke X, Universitas Al Washliyah (Univa) Labuhanbatu, Sumatera Utara, belum lama ini.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan Wisudawan dan tamu yang berhadir beserta civitas akademika kampus, Hasan Basri yang juga Kasatkornas Banser menegaskan peran pentingyang dijalankan oleh tokoh tokoh Al Washliyah dalam tatanan masyarakat jauh sebelum kemerdekaan.

"Tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam pengenalanIslam kepada masyarakat, seperti Syeikh Syamsudin AlSumatrani, Syeikh Abd Al-Raʾuf Al-Singkeli, Syeikh Abd AlSamad Al-Palembani, Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Syeikh Yusuf Al-Makassari, Syeikh Nawawi Al-Bantani, dan Syeikh Ahmad Khatib AlSambasi." jelas Pria asal Kota Pinang Labusel ini.

Kiai kiai karismatik ini membawa ajaran sufi untuk diperkenalkan di tanah Aceh, Sumatera, Palembang, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Misalnya,Syeikh Al- Sumatrani membawa ajaran sufi Junayd, AlSingkeli membawa ajaran sufi Syattariyah, sementara Al-Palembani, Al-Bantani, dan Al-Makassari, yang mengajarkan ajaran sufi Qadiriyah Naqsabandiyah.

Selain ajaran ajaran sufistik, para kiai karismatik ini juga menyediakan madrasah sebagai tempat anak- anak

petani belajar Al-Qur'an, Hadits, dan ilmu ilmu keagamaan lainnya. Melalui pengajaran yang dijalankannya, madrasah-madrasah yang didirikan para kiai ini menjadi kekerabatan sosial (Islamic socialobligations) dan persaudaraan iman (brotherhood based on faith) antara guru dan murid dalam komunitas desa.

BACA JUGA:MARGASU Desak Poldasu Tangkap Amrick Sing Sebelum Lari ke Luar Negeri

Para murid inilah yang nantinya menjadi guru dalam komunitas desa di mana mereka tinggal. Apalagi memasuki abad ke-17, sejak meluasnyaperdagangan internasional, integrasi sufi dan ritual Islam sebagaimana diajarkan para kiai karismatik ini justru ditentang oleh muslim reformis.

Mereka menolak teosofi sufistik dan menganjurkan kepercayaan dan praktik.Muslim yang berasal dari Al-Qur’an dan Hadits. Mereka juga menolak mazhab hukum dan praktik praktikspiritual sebagai penyimpangan dari Islam yangsebenarnya.

Setelah membaca sejumlah biografi para pendiri AlJam’iyatul Washliyah, saya menangkap semangat yang

dikembangkan para pendirinya adalah ajaran ajaran sufi, spritualistik Islam, dan nilai-nilai kebangsaan. Hal ini

tampak pada nama Al-Jam’iyatul Washliyah, yang berarti

perkumpulan yang merekatkan.

Semangat ini kemudiandiaktualisasikan dalam pendirian lembaga pendidikan sebagaimana dilakukan para kiai karismatik yang ada diAl-Washliyah.

BACA JUGA:Yessi Minta Kapolri Tangani Laporannya di Polda Sumut, Penyidik Hanya Duduk Minum Kopi

Kini Al-Jam’iyatul Washliyah memiliki 1036 lembaga pendidikan, 14 Panti Sosial, dan 9 universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah cukup besar ini menggambarkan betapa pentingnya kehadiran AlJam’iyatul Washliyah di tengah masyarakat.

Oleh karenaitu, melalui forum yang mulia ini, saya mengajak rektordan seluruh civitas akademika Universitas Al Washliyah agar cermat membaca perubahan zaman untuk bersamasama memberikan pembelajaran terbaik bagimasyarakat, yaitu nilai-nilai keagamaan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai kebangsaan dalam konteks industri 4.0 dan society 5.0.

"Saya juga mengapresiasi perubahan Statuta dari STIT Al Washliyah menjadi STAI Al Washliyah, dan dari STAI Al Washliyah berubah menjadi Universitas Al Washliyah hal ini tentu dalam konteks memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di Sumatera Utara. Inilah pesan Gus Menteri disampaikan kepada kita khusus seluruh wisudawan wisudawati, saya tunggu kiprah adek-adek semua di

Sumantera Utara dan kancah nasional," pungkasnya.

Penulis
: Uli Nasution
Editor
: Admin

Tag:

Berita Terkait

Politik

Prof Dr Saiful Akhyar Lubis Dilantik Jadi Rektor Univa Medan, Ini Pesan Kiai Masyhuril Kepada 53 Pengurus

Politik

Kejatisu Tahan 4 Tersangka Korupsi Bantuan KIP Mahasiswa Kampus Univa

Politik

Aktivis Al Washliyah Dukung Kejatisu Periksa Rektor Univa Labuhanbatu

Politik

Kejatisu Periksa 25 Mahasiawa Universitas Al Washliyah Labuhanbatu

Politik

Satkornas Banser RI Perkokoh Nilai Aswaja di Kampung Halaman

Politik

Ansor Percut Sei Tuan Laksanakan Diklatsar Untuk Ciptakan Kader Militan