Politik Praktis

Tarung Blok Sumut dan Blok Medan di Pilgubsu, PDIP Harus Rombak Calon Bupati

Koalisi PDIP Bersana Rakyat
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202408/_4316_Tarung-Blok-Sumut-dan-Blok-Medan-di-Pilgubsu--PDIP-Harus-Rombak-Calon-Bupati.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Edy Rahmayadi Blok Sumut
drberita.id -Pilkada di Sumut dipastikan menjadi pertarungan sengit koalisi PDIP bersama rakyat dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut periode 2018-2023 diusung Koalisi PDIP bersama rakyat (Blok Sumut). Edy akan ditantang Bobby Afif Nasution, Walikota Medan periode 2020-2024, calon dari KIM Plus (Blok Medan).

Edy merupakan menantu dari Raja Sumatera (mertua dari Mandailing - Sumatera), sedang Bobby Nasution adalah menantu dari Raja Jawa (mertua dari Solo - Jawa).

Namun pertarungan tersebut tidak total karena strategi PDIP kurang tepat untuk kabupaten kota. Misalnya calon bupati Blok Sumut di Deliserdang sama dengan calon bupati Blok Medan. Maka dipastikan Edy Rahmayadi tidak punya tandem di Deliserdang.

Demikian juga calon bupati Blok Sumut di Labuhanbatu Utara (Labura) sama dengan calon bupati Blok Medan. Maka foto Edy Rahmayadi pun tidak mungkin terpasang dengan Calon Bupati Labura yang akan lebih memilih memasang foto bersama calon bupati Blok Medan.

Hal yang sama pasti terjadi di Labuhanbatu Selatan, Simalungun, Tapanuli Selatan, dan sejumlah kabupaten kota lainnya. Edy Rahmayadi berjuang sendiri tanpa dibantu oleh calon bupati atau walikota yang pasti memilih bersama calon bupati Blok Medan.

Maka dukungan koalisi PDIP bersama rakyat Blok Sumut kepada Edy Rahmayadi tidak maksimal. Padahal dengan terbitnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2024 tentang perubahan atas PKPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang pencalonan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota, PDIP berpeluang usung sendiri calonnya.

Jadi, sebaiknya PDIP segera melakukan pembongkaran, perombakan, perubahan arah dukungan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Labuhanbatu Utara (Labura), Labuhanbatu Selatan (Labusel), Simalungun, Deliserdang.

PDIP harus mengusung calon kepala daerah yang bersedia memasang foto bersama Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Sebab menjadi ironi bagi PDIP, saat cabup yang diusung PDIP di Tapsel, Labura, Labusel, Deliserdang, Simalungun, justru melakukan kegiatan rutin bersama dengan calon gubernur lawan dari Blok Medan, dan fotonya terpasang di mana mana.

Jika PDIP tidak segera membongkar, merubah arah dukungan, maka dapat dipastikan semua cabup yang diusung dan didukung PDIP di Labura, Labusel, Tapsel, Simalungun, Deliserdang dan sejumlah kabupaten kota lainnya justru akan menjadi lawan di Pilgub.

Semua calon PDIP di Labura, Labusel, Deliserdang, Simalungun, Tapsel, dan lainnya tidak akan mendukung atau menjadi lawan Edy Rahmayadi. Tidak bermanfaat bagi PDIP mendukung dan mengusung kader KIM Plus (Blok Medan) di Pilkada kabupaten kota di Sumut.

Dalam posisi injury time, sebaiknya DPP PDIP segera merombak, membongkar, merubah arah dukungan di Pilkada kabupaten kota se Sumut terutama di Labura, Labusel, Deliserdang, Simalungun, Tapsel dan yang lainnya.

PDIP masih memiliki kader kader yang siap maju dan bertarung di kabupaten kota tersebut. Lebih baik kalah usung kader sendiri, daripada menang usung kader partai lain yang selama 5 tahun akan menghabisi PDIP.

Politik bumi hangus KIM Plus yang direncanakan lewat Pilkada terhadap PDIP harus dilawan bersama kekuatan rakyat. PDIP tidak sendiri, ada rakyat yang akan selalu mendukung. Syaratnya adalah elit PDIP berubah dari perilaku eksklusif, sombong, dan seperti tidak butuh rakyat.

Penentu kemenangan PDIP di Pilgub Sumut bukan hanya Edy Rahmayadi, tetapi bagaimana PDIP secara all out, total menggerakan struktur, badan, sayap, kader, simpatisan PDIP bersama rakyat. PDIP harus menyatu dengan Edy Rahmayadi dalam menghadapi kekuatan besar lawan politik di Pilgub Sumut 2024.

Sutrisno Pangaribuan

Kader PDIP

Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas)

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Hercules: Kami tidak ingin KPK hanya menangkap pion

Politik

Jangan Hanya Hasto PDIP, KPK Harus Juga Tegakan Hukum Kepada Yasonna Laoly

Politik

BBHAR PDIP Medan Ingatkan PT. MAP Jangan Korbankan Karyawan Biasa Karena Lemahnya SOP

Politik

Aktivis 98 Berharap Elit PDIP Respon Pidato Prabowo di KTT: Ajak Negara Muslim Dukung Kemerdekaan Palestina

Politik

Pimpinan KPK Baru Telah Disahkan DPR, PERMAK Desak Jemput Paksa Samuel Nababan Blok Medan

Politik

Blok Sumut Tantang Kombes Gidion Usut Anggaran Makan Rumah Dinas Walikota Medan