Kabinet Merah Putih

Syaiful Syafri Yakin Cak Imin Akan Percepat Penanganan Kemiskinan di Indonesia

Melalui Pemberdayaan Sosial
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202410/_2592_Syaiful-Syafri-Yakin-Cak-Imin-Akan-Percepat-Penanganan-Kemiskinan-di-Indonesia.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Cak Imin dan Prabowo.
drberita.id -Wakil Ketua DPW PKB Sumut Syaiful Syafri memastikan dilantiknya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat akan fokus untuk mempercepat penanganan kemiskinan yang masih tinggi di Indonesia.

"Cak Imin sangat konsen terhadap kemiskinan. Saya yakin Cak Imin sesuai dengan jabatannya sekarang, akan menggkoordinasikan penanganan kemiskinan dengan berbagai kementerian melalui program pemberdayaan dan rehabilitasi sosial, sehingga tingkat kemiskinan, keterlantaran, ketertinggalan, dan keterbelakangan dapat diatasi. Dan angka kemiskinan akan turun secepatnya," tegas Syaiful Syafri di Medan, Selasa 22 Oktober 2024.

Mantan Kadis Sosial Sumut tahun 2010 ini membeberkan angka kemiskinan di Indonesia sampai dengan Maret 2024, masih tinggi yakni 9,79% yang berarti perlu percepatan penanganan kemiskinan.

"Cak Imin sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat melalui program pemberdayaan dan rehabilitasi sosial, sehingga 2 tahun mendatang angka kemiskinan bisa turun secara derastis, sesuai Program Prioritas Presiden RI Prabowo dan Wapres Gibran," katanya.

Ditegaskan Syaiful Syafri, penanganan kemiskinan melalui bantuan sosial tidak efektif, bahkan bisa mendidik masyarakat selalu dipenantian bantuan pemerintah setiap bulan.

"Sifatnya tidak mendidik, karena bansos itu idealnya menjadi bantuan yang bersifat tanggap darurat, seperti terjadinya bencana alam atau bencana sosial karena bersifat sementara," jelas Syaiful Syafri.

Era sebelumnya, Cak Imin sebagai anggota DPR RI atau sebagai menteri cukup perhatian untuk kesejahteraan masyarakat. Ini terlihat dari perhatiannya untuk anggaran desa, angggaran pendidikan pesantren, dan anggaran lingkungan sosial lainnya. Sehingga sebagai Menko Kesejahteraan Masyarakat, Cak Imin akan lebih cepat mengkoordinasikan penanganan kemiskinan dengan sejumlah kementrian dan daerah.

Belakangan ini, Syaiful merasakan lemahnya koordinasi penanganan kemiskinan dan keterbelakangan dari kementrian, dan yang lebih dirasa antar pemerintah di daerah dengan latar belakang otonomi daerah. Sehingga di masing masing daerah terlihat angka kemiskinan itu secara rinci, stunting, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

"Pengalaman saya bekerja di pemerintahan, khususnya di Sumut melalui Departemen Sosial yang banyak mengunjungi desa, masih banyak masyarakat yang berdomisili jauh dari sarana komunikasi, penerangan, dan transportasi. Sehingga hasil hasil pertanian, perkebungan, peternakan, dan sejenisnya masih sulit dipasarkan," beber Syaiful Syafri.

"Juga pemukiman masyarakat di pedalaman, masih banyak yang tinggal berjauhan antara satu atau dua rumah dengan rumah lainnya. sehingga untuk saling diskusi mengatasi masalah belum maksimal, dan belum memanfaatkan sarana pendidikan dan kesehatan, karena cendrung mencari nafkah keluar desa untuk kebutuhan sehari-hari dengan meninggalkan keluarga di rumah," sambungnya.

Sebagai mantan birokrat dan dosen ilmu kesejahteraan sosial pada masanya, Syaiful Syafri sangat yakin Cak Imin akan bekerja cepat.

"Apalagi telah didukung Undang Undang No. 13 Tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin dan Pepres No. 186 Tahun 2014 tentang pemberdayaan sosial komunitas adat terpencil, serta prioritas ke 5 dari Kabinet Merah Putih periode 2024 hingga 2029," tutupnya.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

125 Fasilitator Papua-Maluku Ikut Program Tekad, Syaiful Syafri: Dapat Entaskan Kemiskinan Ekstrem 2026

Politik

Syaiful Syafri: Pentingnya Menuliskan Buku Tentang Polri Sebagai Pelindung dan Pengayom Masyarakat

Politik

Syaiful Syafri: Kualitas Pendidikan Erat Kaitannya Dengan Kesejahteraan Guru, Untuk Metoda Akan Mengikut

Politik

Asta Cita: Peksos Ragu Capaian Kemiskinan Ekstrim 0% di Sumut Tahun 2026

Politik

HKSN 2024 Momentum Turunkan Kemiskinan, Syaiful Syafri: Peringatan di Sumut Sangat Prihatin

Politik

Syaiful Syafri: Urgensi Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Perlu Perhatian