drberita.id -Ketua Umum Relawan Persatuan Nasional (RPN) Muhammad Ikhyar Velayati mengatakan sosok pembantu Presiden
Prabowo Subianto ke depan harus memahami dan sepakat dengan pandangan strategis
Prabowo tentang Indonesia dalam bukunya "Paradok Indonesia".
"Dalam bukunya Paradok Indonesia, Prabowo menilai ada dua tantangan besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia," kata Ikhyar di Medan, Kamis 2 Mei 2024.
"Pertama, kekayaan Indonesia yang terus mengalir ke luar plus negara besar yang selalu intervensi dan mendikte Indonesia. Kedua, demokrasi Indonesia yang saat ini dikuasai oleh pemodal besar, sehingga sosok Menetri atau pembantu Presiden ke depan dipastikan sosok orang yang memahami dan sepakat dengan tesis dan jalan keluar yang ditulis oleh Prabowo dalam bukunya," sambung Ikhyar.
Untuk poin pertama, kata Ikhyar, yaitu kekayaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri telah diantisipasi Presiden Jokowi lewat program hilirisasi.
Oleh karena itu, Prabowo akan melanjutkan program hilirisasi yang telah berhasil meningkatkan nilai tambah, meningkatkan perekonomian negara, menyubtitusi barang impor, menarik investasi, menghasilkan devisa hingga menyerap banyak tenaga kerja dari bangsa sendiri.
Ikhyar juga mengatakan, Presiden Jokowi juga telah memberikan landasan pembangunan yang memudahkan Prabowo untuk mewujudkan Indonesia Emas.
"Jokowi telah merintis pembangunan infrastruktur jalan tol, infrastruktur jalan daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal), dan pembangunan bandara maupun pelabuhan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga pemerintahan ke depan tinggal melanjutkan dan merawatnya, plus mengelola bonus demografi dengan SDM rakyat Indonesia berkualitas, sehat, cerdas, punya daya saing lewat program makan gratis bagi anak dan ibu usia produktif, serta pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman," jelas Ikhyar.
Ikhyar yakin jika Indonesia menjadi negara maju, maka otomatis rakyat lebih punya kekuasaan dan keberanian melawan demokrasi prosedural ala pemilik modal.
Jika rakyat Indonesia telah terserap dalam dunia kerja, pendapatan yang meningkat maka otomatis lebih mandiri dan independen dalam politik, sehingga demokrasi di Indonesia lebih berkualitas dan terhindar dari jebakan demokrasi prosedural ala pemilik modal.
Ikhyar menilai Prabowo telah menemukan seseorang yang tepat untuk bekerjasama dengannya untuk bekerja membawa Indonesia Emas ke depan.
"Jadi masalah pembantu presiden Prabowo bukan terletak pada partai atau non partai, tetapi orang yang memahami dan menyepakati tesis 'Paradok Indonesia' tersebut, serta mampu berpikir strategis dan bertindak cepat. Saya kira Presiden Prabowo telah memetakan dan menemukan orang orang yang bisa bekerja sama dengan beliau," tegas Ikhyar.