Pilpres 2024

Siapa Anies Baswedan? Mahasiswa USU Sempat Tidak Simpati

Sukses Mengubah Jakarta
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202312/_9952_Siapa-Anies-Baswedan--Mahasiswa-USU-Sempat-Tidak-Simpati.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Koordinator Wilayah PMPHI Sumut Drs. Gandi Parapat.

drberita.id -Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dalam lagi Capres Anies melalui dialog "Siapa Anies Baswedan? di Namira Kophi Food & Drink Jalan Sempurna, Medan, Kamis 14 Desember 2023.

Acara tersebut dipandu langsung oleh Koordinator Wilayah PMPHI Sumut Drs. Gandi Parapat. Hadir sejumlah tokoh dan aktivis dari berbagai elemen.

"Kita buka dialog ini agar masyarakat mengetahui, siapa Anies Baswedan sebenarnya? Mari bersama-sama kita ungkap untuk publik mengetahui capres kita satu ini," ungkap Gandi.

Dimulai oleh Pemerhati Politik dan Akademisi Dr. Sakhyan Asmara. Ia mengatakan Anies Rasyid Baswedan dianggap lebih unggul dalam segala hal jika dibanding dengan capres lainnya.

Anies dinilai unggul dalam kualitas akademis hingga stabilitas emosi yang baik. "Secara jujur dan obyektif Anies memang unggul. Kualitas akademik, reputasi politik, maupun stabilitas emosi yang cukup mumpuni. Belum lagi nilai tambah dari kesantunan dan relijiusitasnya," ujar Sakhyan Asrama.

Lebih jauh Sakhyan menilai bahwa Anies Baswedan tidak berada dalam kancah perlawanan. Akan tetapi langkah dan prestasinya membuka ruang bagi perubahan. Untuk skala yang lebih besar dan luas.

"Sebagaimana semangat dan sukses dalam mengubah Jakarta, maka Anies akan bersemangat dan sukses pula untuk mempimpin Indonesia," tambah Sakhyan.

Tangkas Sakti salah seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) mengaku sempat tidak menaruh simpati terhadap kepemimpinan Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Dia menilai, saat itu yang diresponnya bahwa Anies tidak menunjukan kepemimpinan yang mengayomi warganya, khususnya warga minoritas.

"Tapi setelah saya melihat dan memperhatikan statistik pembangunan di Jakarta, baru saya yakin dan percaya bahwa Anies seorang pemimpin dan pekerja keras yang mampu menyelesaikan setiap masalah yang timbul terutama masalah antar umat beragama. Jadi, saya menilai bahwa Anies cocok untuk memimpin Indonesia di masa depan," tutur Tangkas Sakti yang merupakan putra dari Gandi Parapat.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Sumatera Utara Rahudman Harahap mengatakan Anies Baswedan adalah cucu dari salah seorang pejuang kemerdekaan RI.

Anies, menurut Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 dari Partai NasDem ini, dibesarkan di tengah keluarga yang sangat nasionalis. Ia juga pernah mengecap pendidikan di AS. Artinya nasionalismenya dan pemahaman tentang pluralisme tidak perlu diragukan lagi.

"Anies sebagai seorang intelektual dengan kesantunan dan ketenangan dalam berdebat maupun menyampaikan pemikirannya menjadi sebuah pesona baru tokoh nasional yang diyakini bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi," ujar Rahudman.

"Begitu juga dengan gaya komunikasinya yang runut dan jelas diyakini menambah kepercayaan rakyat kepadanya," tambah mantan Walikota Medan ini.

Sementara, Aktivis Antikorupsi Arief Tampubolon terang-terangan mendukung Anies Baswedan menjadi Presiden Indonesia pada Pemilu 2024, karena menilai integritasnya yang sudah teruji antikorupsi.

"Kita dukung Anies Baswedan jadi Presiden Indonesia. Kalau bukan dia, siapa lagi. Korupsi di Indonesia ini sudah menjadi penyakit akut, akan semakin parah jika bukan Anies presidennya," ungkap Arief.

Menurut Arief, kondisi korupsi Indonesia saat ini sudah sangat gawat dan telah sampai pada tingkat paling membahayakan.

"Bangsa ini harus diselamatkan dari korupsi. Sudah sangat akut dan tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Hanya pemimpin antikorupsi yang bisa menyelamatkan Indonesia ini dari penyakit akut ini. Dan itu, Anies yang mampu melakukannya," katanya.

Turut memberikan penilaian tentang Anies Rasyid Baswedan, yaitu Junito Siregar seorang pengacara warga DKI Jakarta, Dr. Elizabeth Dame Manalu SPSi MM Caleg Partai NasDem di Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Pengamat Politik Yanmax.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Hadirkan Muhammad Furqan Alfaruqiy Bahas Soal Strategi USU untuk Masa Depan Bangsa

Politik

Rektor Muryanto Minta Para Wisuda jadi Manfaat bagi Masyarakat

Politik

Peringati Hardiknas 2026, Balita Stunting di Kota Medan Dapat Bantuan Susu dan Vitamin

Politik

Staf Khusus DPR RI Tinjau Persiapan Stadion Teladan Medan Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19

Politik

Data Pendidikan Utusan Khusus Presiden Mardiono Disoal, FKMP Desak KIP RI Buka Informasi ke Publik

Politik

Peneliti USU Menuju Mesin Diesel Ramah Lingkungan