drberita.id | Koordinator Nasional Relawan Pemenangan Rakyat Se-Indonesia (Peraksi) Jokowi-Ma'ruf Amin, Rinno Hadinata mendesak agar pemerintah dan DPR segera membahas penambahan anggaran honor KPPS dari Rp 500 ribu mejadi Rp 1 juta.
Rinno menjelaskan, seharusnya upah petugas KPPS diberikan sesuai dengan beban kerja, dan waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan pekerjaannya, bahkan tekanan yang didapatkan saat melakukan penghitungan suara.
"Waktu kerja mereka melewati waktu normal, bisa sampai tengah malam, dan tidak berhenti. Pembahasan kenaikan anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp 86 triliun bukan hanya pengadaan logistik barang dan jasa saja, tetapi perlu diperhatikan juga ada manusia yang bekerja di dalamnya, yaitu petugas KPPS," kata Rinno dalam keterangan tertulis, Rabu 23 Maret 2022.
BACA JUGA:
Merasa Kasusnya Direkayasa Polsek Kualuh Hulu, Liber Gultom Terjerat Uang "Damai" Rp 10 JutaMenurut Rinno, mereka petugas KPPS perlu mendapatkan perhatian lebih dengan baik dan layak.
"Mudah-mudahan di pemilu mendatang penyelenggaraan pesta demokrasi di Indonesia sudah menggunakan tekhnologi digitalisasi informasi, sehingga proses waktu penyelenggaraan pesta demokrasi tidak membutuhkan waktu yang lama, salah satunya dalam perhitungan manual di setiap TPS," sebutnya.
"Tentunya nanti dapat menggunakan teknologi digitalisasi informasi dengan dukungan jaringan internet di seluruh Indonesia yang baik," tutup pria berdarah Ternate Jawa ini.
BACA JUGA:
YBM PLN UPDK Belawan Bantu Rp 50 Juta Pembangunan Masjid di Mardinding