drberita.id | Wakil Ketua PB IKA UMN Medan Ilham Fauji Munthe, SE menyarankan Rektor Dr. KRT. H. Hardi Mulyono Surbakti SE, MAP agar mengembalikan biaya wisuda para mahasiswa sebesar Rp 1 juta, apabila wisuda dilakukan secara daring.
"Rektor jangan dzolim sebagai pimpinan, mari wujudkan UMN yang unggul, berkualitas dan islami seperti jargon UMN yang sering bapak rektor ucapkan," tegas Ilham Fauji Munthe dalam keterangan tertulis, Senin 15 Februari 2021.
Dikabarkan, kata Ilham, wisuda UMN Medan Angkatan XLVII Periode Februari 2021 akan dilaksanakan secara daring pada 27 Februari, menimbulkan kekecewaan para mahasiswa yang akan wisuda.
BACA JUGA :Jaksa Panggil 46 Saksi Dugaan Korupsi Covid-19 Dinkes Padangsidimpuan
Sepekan sebelumnya, 3 Februari 2021 diumumkan wisuda dilaksanakn secara tatap muka di Auditorium Udin Sjamsuddin-Djalaluddin Lubis, Kampus Syeikh H. Muhammad Yunus UMN Al Washliyah, Jalan Stadion Medan. Surat ditandatangani oleh Ketua Panitia Pelaksana Wisuda ke XLVII, Mutawaqil Bilah Tumanggor SE, MM.
Ilham mengatakan kekecewaan para mahasiswa yang akan wisuda sangat wajar, karena wisuda itu adalah momen yang sangat membahagiakan atas upaya gelar yang kita raih di masa kuliah.
Selain itu, lanjut Ilham, wisuda adalah moment penting dan sangat mendalam bagi orang tua mahasiswa yang akan wisuda.
"Seharusnya kalau memang tidak bisa dilakukan wisuda secara tatap muka dari awal sudah diumumkan agar tidak menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi wisudawan/i. Kita ketahui wisuda UMN ke XLVI pada tanggal 26 Agustus 2020 yang lalu bisa dilaksanakan secara tatap muka melului gelombang pada masa Covid-19 juga," sebutnya.
Ilham juga mengatakan, telah datang beberapa mahasiswa mengeluhkan persoalkan ini kepadanya yang mana mereka telah membayar semua kebutuhan biaya wisuda keseluruhan senilai Rp 2.575.000/mahasiswa untuk non farmasi. Sedangkan Fakultas Farmasi Rp 3.575.000. Selain kecewa para mahasiswa juga merasa sangat dirugikan dengan biaya wisuda sebesar Rp 1.000.000.
BACA JUGA :Polemik Biaya Wisuda: Alumni UMN Minta Rektor Kembalikan Uang
"Kalaupun wisuda dilakukan secara daring, seharusnya uang wisuda dikembalikan, karena uang Rp 1 juta itu sangat dibutuhkan terlebih di masa pandemi Covid-19," kata Ilham, mantan Ketua PC HIMMAH Medan.
art/drb