drberita.id -Jelang peringatan turunnya Presiden Soeharto dan runtuhnya Rezim Orde Baru pada 21 Mei 1998, para pelaku peristiwa memiliki kisah yang berbeda pada saat itu. Sudah 28 tahun reformasi berlalu hingga kini 2026.
Mereka para pelaku reformasi 1998 di manapun punya dan bisa mengenang kisahnya masing masing sampai saat ini ketika ikut melengserkan Presiden Soeharto.
Salah satu pelaku 21 Mei 1998 di Kota Medan adalah Charles Butarbutar alias Charles Gondrong. Sampai saat ini Charles sangat dikenal sebagai Mantan Aktivis 98 dari Kampus Unika St. Thomas Medan.
Inilah kisah Charles Gondrong yang berhasil dihubungi DRberita, pada Rabu 20 Mei 2026.
Charles mengisahkan dirinya terlibat aktif dalam Reformasi 1998, saat informasi penembakan Mahasiswa ITM di depan kampus menyebar sampai ke telinganya. Informasi penembakan mahasiswa itu menjadi pemicu gerakan massif Reformasi 1998 di Kota Medan.
Charles masih ingat, saat itu sore menjelang magrib. Seniornya bernama Simson Simanjuntak datang ke kosnya di belakang Kampus Unika. Seniornya itu bercerita bahwa seorang Mahasiswa ITM ditembak ketika demo di depan kampus.
Seniornya pun meminta Charles untuk mengerahkan massa turun ke jalan melakukan aksi solidaritas penembakan Mahasiswa ITM.
Keesokan harinya Charles Gondrong pun pergi ke kedai kopi tempat Mahasiswa Unika nongkrong di Gang Bersama belakang kampus. Charles lalu mengajak mahasiswa yang nongkrong di kedai untuk demo solidaritas penembakan Mahasiswa ITM. Ada sekitar sembilan Mahasiswa Unika yang ikut bergerak saat itu menuju kampus.
Sesampainya di Kampus Unika, Charles melihat sudah ada 5 mahasiswa membentangkan spanduk dan berorasi penembakan Mahasiswa ITM.
Namun setelah satu jam berorasi, tidak ada satupun mahasiswa yang berkumpul. Kemudian Charles angkat spanduk dan keliling kampus untuk mengajak mahasiswa ikut aksi solidaritas penembakan Mahasiswa ITM.
Tetap saat itu tidak ada satupun mahasiswa yang bersimpati. Akhirnya Charles teman-temannya keluar kampus menuju Jalan Setia Budi Medan.
Saat keluar dari Kampus Unika, banyak mahasiswa yang nongkrong di kantin sepanjang jalan masuk ikut bergabung ke barisan. Ada ratusan mahasiswa yang jadinya ikut demo penembakan Mahasiswa ITM.
"Setelah barisan dirapikan, bersama teman-teman bergerak ke Jalan Setia Budi hendak menuju Kampus USU dan Kantor DPRD Medan dan Provinsi Sumut," kata Charles Gondrong.
Saat itu belum banyak aparat. Mereka keluar dari kampus dan berjalan menuju Jalan Setia Budi. Sampai di Loka Kantino, persimpangan Ringroad Jalan Setia Budi, Charles melihat dari kejahuan Truk Barracuda datang menuju ke arah mereka.
Charles pun meminta teman-temannya Mahasiswa Unika untuk berhenti dan duduk. Charles lalu maju sekitar tiga meter dari barisan tidur mahasiswa di aspal jalan. Truk Barracuda pun sampai dan berhenti sekitar setengah meter mereka.
Setelah truk berhenti, lalu datang aparat mendekati Charles dan meminta Mahasiswa kembali ke kampus. Setelah negoisasi yang cukup alot, akhirnya mahasiswa memutuskan untuk kembali ke Kampus Unika.
Namun pasca kejadian itu, hampir setiap hari Mahasiswa Unika melakukan demo. Tetapi aparat tetap tidak mengizinkan mahasiswa keluar dari kampus.
Bentrokan pun tak terhindarkan berkali-kali terjadi di depan Kampus Unika. Hingga akhirnya, pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.
"Saya hanya butiran saja dari ribuan mahasiswa yang terlibat reformasi 98, banyak teman teman lainnya yang mungkin kisahnya lebih dramatisa dari yang saya alami," tutup Charles Gondrong, Mantan Aktivis 98.