drberita.id | Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkot Padangsidimpuan menggelar pertemuan dengan warga Kelurahan Silandit, membahas sampah APD pasien corona yang berserakan di TPU. Rapat berakhir tanpa hasil dan solusi.
Dalam pertemuan ini warga keberatan keberadaan TPU pasien corona yang tidak standar protokol kesehatan, misalnya jarak dari pemukiman warga maupun fasilitas umum sekolah. Bahkan, warga keberatan melihat banyaknya bekas pakai APD yang berserakan di areal pemakaman.
Rapat kali ini dihadiri tim GTPP yang dipimpin Kepala BPBD Pemko Padangsidimpuan Harapan Siregar, Kadinkes Sopian Subri Lubis, Kadis Kominfo Islahuddin, Camatan Padangsidimpuan Selatan Rudi Pulungan.
Baca Juga :Djarot Dukung Pengakuan Masyarakat Adat di Sumut
Warga khawatir APD bekas penangan pasien corona ini menimbulkan kluster baru bagi anak-anak setempat yang bisa saja dijadikan mainan, yang sehari-hari bermain di lingkungan sekitar.
"Kami masyarakat khawatir dan menolak keberadaan TPU pasien Covid. Apalagi, keberadaannya tidak pernah dimusyawarahkan dan tidak ada sosialisasi," tegas Sulaiman Lubis, warga sekitar, Selasa 25 Agustus 2020.
Sulaiman mengaku kecewa dengan kinerja tim GTPP Covid-19, apalagi banyaknya APD yang berserakan di areal pemakaman ini.
"Kami, wajarlah mempertanyakan dan keberatan akan proses pemakaman itu, karena tak memikirkan keselamatan warga sini. Kalau petugas lalai begini bisa jadi ini kluster baru corona di Kota Padangsidimpuan. Intinya kami keberatan," tegas Sulaiman.
Baca Juga :Pascademo, Kajari Tapsel Ajak PWI Ngopi Bareng di Kafe
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Sopian Subri Lubis selepas pertemuan enggan memberikan keterangan terkait berserakannya APD bekas di areal pemakaman. Sopian diam berlalu meninggalkan wartawan.
art/drb