Pileg 2024

Rahudman Harahap Kunjungi 3 Desa di Sergai, Hanya AMIN Yang Bisa Buat Perubahan

Warga Keluhkan Harga Bahan Pokok
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202312/_464_Rahudman-Harahap-Kunjungi-3-Desa-di-Sergai--Hanya-AMIN-Yang-Bisa-Buat-Perubahan.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Rahudman Harahap di tengah warga di Kabupaten Sergai.

drberita.id -Caleg DPR-RI nomor urut 4 Dapil Sumut1 dari Partai NasDem Rahudman Harahap berkunjung ke tiga desa di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, Selasa 26 Desember 2023.

Ke tiga desa yang dikunjungi Rahudman Harahap yaitu Desa Bintang Bayu, Kecamatan Bintang Bayu, Desa Karang Tengah, Kecamatan Serba Jadi, dan Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan.

Rahudman mengatakan niatnya masuk ke desa desa tidak lain dan bukan untuk melihat permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. Ternyata, apa yang dikeluhkan warga di desa tidak jauh berbeda dengan di kota.

Warga desa juga merasakan kondisi hari ini semakin sulit. Terutama di sektor harga bahan pokok yang terus naik. Biaya pendidikan mahal. Harga pupuk mahal dan langka. Tidak meratanya pembangunan infrastruktur. Sulitnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda, dan masih banyak lainnya.

"Selain memperkuat silaturahmi. Saya harus turun untuk mendengar langsung apa yang dikeluhan warga. Sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan jika terpilih menjadi wakil mereka di Senayan," kata Rahudman Harahap kepada wartawan usai berdialog dengan warga.

Dari kunjungan ke tiga desa, kata Rahudman, ada beberapa persoalan yang menjadi perhatiannya. Pertama kondisi jembatan yang menjadi lintasan warga, sudah sangat memprihatinkan.

Di ujung jembatan disusun batang pohon kelapa karena betonnya sudah hancur. Kondisi inipun sangat berbahaya bagi warga yang melintasi jembatan tersebut. Lalu ada warga yang mengurus surat sertifikat tanah, tapi setelah membayar biaya administrasi dan menunggu 3 tahun, sertifikatnya tak kunjung selesai.

"Tadi saya lewat di jembatan itu, dan kondisinya sangat berbahaya. Saya akan coba komunikasi dengan pihak Pemprov Sumut, biar segera ada penyelesaiannya. Sedangkan masalah sertifikat tanah, saya akan berkoordinasi dengan pihak BPN Sumut. Semoga warga itu mendapatkan haknya," ucapnya.

Menurut Walikota Medan ke-15 tersebut, semua keluhan yang disampaikan warga menunjukan situasi negara saat ini dalam keadaan tidak baik baik saja. Oleh karena itu butuh adanya gerakan perubahan untuk Indonesia ke depannya.

"Perubahan itu bisa diwujudkan jika hukum berada di atas kekuasaan. Dan hanya pasangan Anies-Muhaimin (AMIN) yang punya konsep itu. Oleh sebab itu, setiap turun ke masyarakat saya selalu sampaikan agar mereka tidak salah memilih. Hanya Pasangan AMIN yang bisa mewujudkan perubahan untuk Indonesia ke depan," tegas Rahudman Harahap.

"Kalau saya, gak sulit. Tinggal ambil kertas suara warna kuning, terus lihat Partai NasDem dan coblos nomor urut empat. Sudah tahu-nya itu masyarakat," sambung Dewan Pakar DPW Partai NasDem Sumut, itu sembari melempar senyum.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Pertamina Patra Niaga Bantah Pembatasan Pembelian Pertalite Kendaraan Tertentu

Politik

Desainer Kostum Kelas Dunia Albert Wolsky Tutup Usia di Los Angeles

Politik

Jamintel Kejaksaan Agung dan SMSI Sepakat Kawal Program JAGA Desa dan JAGA Dapur MBG

Politik

Fabem Sumut Bertemu Brigif 7/RR Bawa Program Desa Bersih Narkoba dan KDMP

Politik

Peringati Hardiknas 2026, Balita Stunting di Kota Medan Dapat Bantuan Susu dan Vitamin

Politik

Alasan Bencana, Program Pembangunan Ikon Desa di Tapanuli Tengah Kabarnya Bermasalah