Mafia Tanah

Politisi Demokrat Sebut Konflik Tanah di Sumut Sangat Rawan

Dorong Pemerintah Pusat Untuk Menyelesaikan
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202303/_2834_Politisi-Demokrat-Sebut-Konflik-Tanah-di-Sumut-Sangat-Rawan.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Ongku P. Hasibuan, anggota Komisi II DPR RI.

drberita.id -Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ongku P. Hasibuan menyebut konflik tanah di Sumatera Utara (Sumut) sangat rawan.

Hal itu diungkapkan Ongku saat berdiskusi dengan sejumlah aktivis terkait masalah tanah dan konflik agraria di Sumut.

Diskusi santai terkait masalah tanah ini berlangsung di salah satu kafe, Jalan Sei Batang Hari, Medan, Kamis, 2 Februari 2023.

Diskusi itu dihadiri Ketua Jampi Sumut Zakaria Rambe, Ketua PKNU Sumut Aulia Andri, Tokoh Pers Sumut Choking Susilo Sakeh, Ketua KAUM Surya Wahyu Danil, dan Sekretaris Pewarta Rijam Kamal Siahaan, serta beberapa pegiat lainnya.

Pada kesempatan itu, politisi Partai Demokrat ini serius menjabarkan berbagai kasus tanah yang terjadi di Sumatera Utara.

Menurut Bupati Tapanuli Selatan periode 2005-2010 ini, permasalahan tanah di Sumatera Utara memang menjadi perhatian khusus bagi Partai Demokrat.

"Untuk permasalahan ini, kita sudah mendiskusikan bahkan sudah membentuk panitia kerja (Panja) untuk menuntaskan permasalahan tanah yang ada di Indonesia, terutama di Sumut," ujar Ongku.

Ia pun menyatakan dari semua masalah tanah yang ada di Indonesia, Sumut termasuk daerah yang paling rawan terhadap konflik agraria.

Untuk itu, lanjut Ongku, pihaknya akan mendorong pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah tanah yang ada misalnya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Di kabupaten itu, salah satu perkebunan swasta pernah bersengketa dengan warga.

"Kita sudah mempertemukan dan membuat kesepakatan antra pihak perkebunan swasta dengan masyarakat yang memiliki tanah seluas 700 hektar," ungkapnya.

Ia pun menyatakan, atas dasar itulah Partai Demokrat terpacu untuk menyelesaikan masalah tanah yang sampai saat ini bukannya berkurang, tetapi malah bertambah. "Kita juga sudah membentuk panja agar bisa meminimalisir kasus tanah yang ada," akunya.

Pihaknya juga merasa miris dari seluruh tanah di Indonesia, hanya 2 persen yang dimiliki warga jikal dibuat persentasenya 100 persen. "Lebihnya itu, dimiliki sama perusahaan raksasa," kata Ongkum

Ongku menyatakan dalam penyelesaian masalah agraria sudah disepakati perjanjiannya terkait sengketa tanah, oleh pihak didatangi sama perwakilan dari perkebunan swasta.

"Tidaklah saya bilang apa nama perusahaannya, dan apa yang ia tawari ke sana saat itu. Namun pada intinya saya tidak mengindahkan apa yang ia tawarkan," tutupnya.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Anggota DPRD Dorong Walikota Medan Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong Pos Siskamling

Politik

Aset Milik Pemko Medan Tidak Jelas, Anggota DPRD Mau Studi Banding ke Bandung dan Jakarta

Politik

Anggota DPRD Medan Ini Bela Walikota Rico Waas Berobat ke Luar Negeri

Politik

Ketua DPRD Berharap Kota Medan Kembali Aman dari Kejahatan Pembegalan

Politik

Aksi Mahasiswa GMNI Dikawal Puluhan Polisi: Lalulintas Macet Depan Kantor Walikota dan DPRD Medan

Politik

Anggota DPRD Medan Respon Aksi GMNI: Pintu Gerbang Rusak dari Uang Rakyat