drberita.id -Perkembangan politik 2024 yang begitu hangat belakangan ini, sangat kuat memberikan dampak psikologis terhadap rakyat Indonesia.
Sebagai organisasi yang didirikan para ulama, jauh sebelum negara ini merdeka pada tahun 1930, Al Washliyah belum menentukan sikap kepada salah satu calon presiden.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa 5 September 2023.
"Kami masih punya banyak tahapan untuk tentukan sikap, walau pun ada beberapa oknum kader yang sudah merapat ke beberapa kandidat capres. Secara tegas, Al Washliyah belum tentukan sikap," kata Aminullah Siagian.
Menurut Aminullah, setelah dirinya berkomunikasi dengan Ketua Umum PB Al Washliyah, GPA dipastikan tegak lurus sami'na wa ato'na menjelang Pilpres dan Pilkada 2024.
"Intinya, Insha Allah, Washliyah punya cara untuk memilih pemimpin, dan ini masih dalam kajian khusus di Majelis PB," katanya.
Aminullah mengatakan, PB Al Washliyah baru akan memutuskan sikap dan menentukan calon Presiden dan Kepala Daerah tahun 2024 di rapat pimpinan nasional (Rapimnas).
Seluruh PW dan PD Al Wasliyah, juga organ bagian, lanjut Aminullah, wajib hukum persetujuan, dan berkoordinasi dengan setingkat di atasnya.
"Kita tidak mau gegabah untuk menetukan sikap, karena ini menyangkut 5 tahun dan 10 tahun ke depan," tegasnya.
Kedatangan Sandiaga Uno dipelantikan PP GPA, kata Aminullah Siagian, tidak memberikan dampak bagi organisasi, dan tidak juga mengeluarkan dukungan apapun. Hal itu dilakukan untuk menghindari perpecahan di kalangan ummat.
"Kita tidak mau tergesa-gesa dan evoria menentukan calon presiden dan kepala daerah di 2024 ini, kita tetap menunggu arahan dari PB Al Washliyah," tandasnya.