drberita.id -Pertemuan Tokoh Pro Demokrasi
Budiman Sujatmiko dengan Bacapres Partai Gerindra
Prabowo Subianto pada Selasa 18 Juli 2023 malam, menuai pujian dari berbagai kalangan, khususnya Tokoh Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati.
Menurut Ikhyar, gagasan pertemuan kedua tokoh yang mengangkat isu persatuan nasional dalam dinamika politik global sangat bagus dan memberikan pencerahan, sekaligus pendidikan politik bagi rakyat Indonesia.
"Ya baguslah pertemuan tersebut, selama ini pertemuan elit dan tokoh politik isinya hanya cipika cipiki, drama, basa basi politik, tidak ada program dan solusi kebangsaan yang dihasilkan. Tapi pertemuan Prabowo dan Budiman ini mencerahkan dan memberikan pendidikan politik bagi rakyat, karena bicara tentang posisi Indonesia di tengah geopolitik global dan gagasan persatuan Nasional sebagai solusi kebangkitan Indonesia. Ini luar biasa," ungkap Ikhyar.
Ditanya bagaimana menyikapi pertemuan Tokoh Pro Demokrasi Budiman Sujatmiko dengan Mantan Pangkostrad Era Orde Baru Prabowo Subianto, Kordinator Forum Aktivis 98 mengatakan pertemuan kedua tokoh tersebut sejatinya berbicara bagaimana mengimplementasikan program Trisakti Sukarno di tengah tekanan dan dikte negara maju terhadap Indonesia.
"Inti pembahasan kedua tokoh tersebut sebenarnya mengimplementasikan program Trisakti Sukarno yaitu berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan di tengah tekanan dan dikte dari negara maju, khususnya UE dan AS terhadap produk kita sawit dan nikel yang sangat laku di pasar dunia. Maka solusinya adalah persatuan nasional. Persatuan nasional bukan hanya antara sesama kaum nasionalis tetapi juga dengan kekuatan nasionalis relejius," tutur Ikhyar.
Mantan Ketua Relawan Jokowi Jaringan Amar Ma'ruf di Sumatera Utara ini sependapat dengan Budiman, bahwa Prabowo bisa menyatukan kelompok nasionalis relijius dan kekuatan relijius yang nasionalis.
"Dilihat dari backgroundnya dan ide idenya, Prabowo adalah seorang nasionalis yang dekat dengan berbagai kalangan dan spektrum kekuatan politik yang ada di Indonesia, beliau dekat dengan kekuatan Islam, familiar dengan aktivis Pro Demokrasi dan diapresiasi oleh kalangan akademisi dan teknokrat, beliau satu satunya figur setelah Jokowi yang bisa menyatukan semua kekuatan dan spektrum politik di Indonesia untuk bangkit melawan dominasi kapitalisme internasional," katanya.
Ikhyar melanjutkan, gagasan persatuan nasional harus disebarluaskan ke seluruh masyarakat Indonesia dan dibentuk secara kongkrit.
"Persatuan Nasional itu kebutuhan objektif bangsa kita saat ini, makanya gagasan tersebut harus segera di sebar luaskan dan di strukturkan dalam bentuk Front Nasional di tingkat teritorial maupun sektoral, mulai dari Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kita hingga tingkat kampung dan lingkungan. Jika front nasional terwujud dari nasional hingga lingkungan, maka program Trisakti yang ingin di wujudkan Prabowo di terima oleh rakyat Indonesia," usulnya.
Ditanya siapa yang cocok sebagai cawapres mendampingi Prabowo untuk mewujudkan Persatuan Nasional dan Trisakti tersebut, Ikhyar menyatakan tentunya orang yang paham konsep Trisakti dan diterima oleh berbagai kalangan.
"Bisa Erik Thohir, beliau masih muda, salah satu Menteri yang dianggap berhasil dan punya jaringan nasional maupun internasional, bisa juga Cak Imin Ketum PKB yang juga mantan aktivis Pro Demokrasi dan didukung oleh kalangan pesantren dan para Kyai, dan tentu saja Budiman Sujatmiko sangat layak. Selain punya jejak rekam konsisten dan komitmen terhadap demokratisasi, gagasan dan idenya selalu selangkah lebih maju dari tokoh kebanyakan," ujar Ikhyar.