drberita.id -Surat suara
Pemilu 2024 yang sudah beredar ke masyarakat mengundang pandangan tidak baik kepada penyelenggara. Seperti di Kota Taipe, dan terkini di Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
Wakil Ketua DPW PKB Sumut Syaiful Syafri menegaskan Pemilu 2024, baik untuk Pilpres dan Pileg mengundang pandangan tidak baik kepada penyelenggara Pemilu 2024 khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pasalnya, dari berbagai berita media di pekan ke 3 Desember 2023, telah beredar surat suara sebanyak 62.552 kepada calon pemilih di Kota Taipei, dan 400 kotak surat suara di Kepulauan Nias, Sumarera Utara.
"Ada 400 kotak lebih berisi surat suara telah sampai di Kepulauan Nias yang ditemukan oleh aparat kepolisian dan Bawaslu di gudang. Sebelumnya 62.552 surat suara di Taipei viral di medsos. Ini tidak baik bagi KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Independensi KPU jadi diragukan," ungkap Syaiful Syafri di Medan, Selasa 2 Januari 2024.
Peristiwa ini, lanjut Syaiful, tentunya merusak nama baik KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024, yang dianggap hilang profesionalnya.
"Jika KPU mau menelusuri siapa sebenarnya pelaku dari penerbit dan pengirim kertas surat suara Pemilu 2024 ke Kepulauan Nias itu, dipastikan dapat diketahui. Jika tidak, maka dipastikan peredaran surat suara pemilu 2024 semakin liar," tegas Pj Bupati Batubara tahun 2008 ini.
Syaiful Syafri kembali menegaskan, kapal yang membawa barang dengan surat penyerahan dan penerimaan hingga disimpan disuatu gudang, pasti ada nama dan alamatnya.
Dengan demikian, kata Dosen Ilmu Politik UMSU sejak 1985 s/d 2022 ini, jika KPU mau memperbaiki citra dan nama baiknya sebagai penyelenggara Pemilu 2024, maka KPU dan mitra kerjanya selaku pihak pengadaan kertas surat suara akan dapat diketahui.
Sebagai Juru Kampanye TPD AMIN Sumut, Syaiful Syafri juga memberikan apresiasi kepada pihak Kepolisian Daerah Sumut dan Bawaslu yang telah membongkar kasus 400 kota kertas surat suara di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, menjelang Pemilu 2024.
"Kita dukung kinerja kepolisian dan Bawaslu yang membongkar 400 kota kertas surat suara di Kepulauan Nias tersebut, semoga pihak kepolisian dan Bawaslu terus berbuat yang terbaik untuk pelaksanaan Pemilu 2024 yang jujur dan adil," tandasnya.