Pilkada 2024

Pengangkatan Plh Sekda Kota Medan Jadi Black Campaign

Penggiringan Opini Sistematis dan Masif
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202405/_2303_Pengangkatan-Plh-Sekda-Kota-Medan-Jadi-Black-Campaign.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Bobby Nasution.
drberita.id -Pengangkatan Plh. Sekda Kota Medan oleh Walikota diduga telah dimanipulasi oleh sekelompok orang. Tidak tahu apa kepentingannya, namun sangat jelas ada muatan tersembunyi dari beberapa pernyataan yang muncul atas pengangkatan tersebut.

Demikian disampaikan Charles Butarbutar, mantan Aktivis 98, Rabu 1 Mei 2024, yang terus mengamati dinamika politik di Sumatera Utara

Menurut Charles, penggiringan opini tersebut dilakukan dengan sistematis dan masif. Karena hampir setiap hari berita Plh. Sekda Medan diangkat oleh beberapa kelompok. Bergantian untuk memberikan opini. Bahkan amnesty Internasional juga memberi komentar atas pengangkatan tersebut.

"Namun persoalan yang diangkat sangat mengabaikan kewenangan Walikota Medan dalam mengangkat dan memberhentikan bawahannya untuk memimpin dan melayani masyarakat Kota Medan," kata Charles.

Mereka yang memberikan komentar, kanjut Charles, selalu mengaitkan hubungan primordial antara Walikota Medan dengan Plh. Sekda. "Hal ini sangat tidak tepat untuk dilakukan oleh mereka mereka yang katanya berpikiran maju," sambung Charles.

Mantan aktivis ini menyampaikan bahwa secara primordial tentunya Walikota Medan Bobby Nasution tidak mungkin mau menyuruh-nyuruh pamannya (Tulang bahasa daerah). Karena secara primordial hal itu akan sangat tabu. "Tak beradat itu namanya," tegas Charles.

Namun memimpin pemerintahan tidak bisa dilandaskan pada hubungan primordial. Aturan dan tata cara pengangkatan pejabat di lingkungan pemerintahan sudah diatur melalui peraturan perundang undangan. "Tidak bisa seenaknya," jelas Charles.

Oleh karenanya, kata Charles, yang perlu dicermati pengangkatan Plh. Sekda yang dilakukan Walikota Medan, apakah melanggar aturan perundang-undangan atau tidak. Kalau tidak ada melanggar aturan, sebaiknya jangan dipolemikan.

Lain hal kata Charles, kalau ada muatan lain dari pengangkatan Plh. Sekda Kota Medan tersebut.

"Bisa saja kelompok kelompok yang menghujat pengangkatan itu bagian dari tim sukses bacalon Gubsu, yang merasa Walikota Medan Bobby Nasution menjadi ancaman bagi kepentingan mereka dalam mengusung pasangan calon Gubsu yang lain," tegas Charles.

Charles Butarbutar pun berharap agar pengangkatan Plh. Sekda Kota Medan tersebut tidak dijadikan black Campaign atau kampanye hitam bagi Bobby Nasution.

"Mari bertanding secara fair. Kita bangun Sumut dengan kolaborasi bukan dengan hujatan hujatan yang tidak berarti," tandasnya.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Badan Kehormatan DPRD Medan Akan Panggil Anggota Dewan AT

Politik

Anggota DPRD Medan Romi Van Boy Ajak Warga Perangi Narkoba dan Geng Motor

Politik

Modus Operandi Sindikat Maling BBM yang Diungkap Polrestabes Medan Ternyata dari GPS

Politik

Khairul Azmi Low Profiel: Dari PUPR Langkat ke SDABMBK Medan

Politik

Polisi Tangkap 16 Tersangka dari 9 Kasus BBM Bersubsidi di Kota Medan

Politik

Ratusan Massa GNI Sumut Ancam Bubarkan Rakernas APEKSI 2026 di Kota Medan