Peduli dengan Siswa Belajar di Lantai, KBRI di Maputo Beri Bantuan Ratusan Bangku Sekolah

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir102022/_2448_Peduli-dengan-Siswa-Belajar-di-Lantai--KBRI-di-Maputo-Beri-Bantuan-Ratusan-Bangku-Sekolah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Dokumentasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Maputo
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Maputo memberikan bantuan ratusan bangku sekolahan.

drberita.id | Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Maputo memberikan bantuan ratusan bangku sekolahan untuk tingkatan sekolah dasar di Provinsi Sofala, Mozambik.

Penyerahan alat sekolah ini langsung diterima oleh Gubernur Provinsi Sofala, Lourenço Bulha, Senin (10/10/2022) waktu setempat di Kota Beira, Mozambik.

Duta Besar Indonesia di Maputo, Herry Sudradjat menyebut bantuan 450 bangku sekolah adalah pelaksanaan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang gas alam di Mozambik. Energi Mega Persada-Buzi Hydrocarbon Lda namanya yang merupakan anak perusahaan Grup Bakrie.

"Sumbangan bangku sekolah dari EMP-Buzy Hydrocarbon untuk sekolah dasar di Mozambique tersebut merupakan bentuk kemitraan yang erat antara Pemerintah Indonesia dan swasta dalam menjalankan diplomasi di bidang kerjasama pembangunan dengan Mozambik," katanya didampingi General Manager Buzi Hydrocarbon, Fachrizal.

Menurutnya ditengah keterbatasan alokasi dana Pemerintah Indonesia untuk pemberian bantuan pembangunan kepada negara sahabat, keterlibatan swasta merupakan model kemitraan yang baik yang akan sangat mendukung suksesnya misi diplomasi Indonesia di Mozambik.

Sementara Facrizal menyampaikan bahwa sumbangan 450 bangku sekolah untuk sekolah dasar di Mozambik itu merupakan bentuk kepedulian EMP-Buzi Hydrocarbon untuk peningkatan kualitas pendidikan di Mozambik.

"Masih banyak sekolah sekolah di Mozambik, khususnya di propinsi tempat dimana EMP-Buzi beroperasi tidak memiliki bangku sekolah yang mencukupi sehingga anak anak sekolah terpaksa harus belajar di lantai,"ucapnya.

Gubernur Propinsi Sofala Lourenço Bulha menyambut baik bantuan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah di propinsi yang dipimpinnya.

"Bantuan dari Indonesia ini sangat berarti dan mendukung program yang dicanangkan oleh Presiden Mozambik, Presiden Nyusi, untuk pengadaan bangku-bangku sekolah di sekolah dasar di Mozambik yang saat ini masih sangat kekurangan bangku sekolah "ujarnya.

Untuk diketahui EMP-Buzi Hydrocarbons merupakan perusahaan kemitraan antara PT Energy Mega Persada yang memiliki 75 persen saham dengan Empressa Nacional de Hidrocarnonetos (ENH), perusahaan negara milik Mozambique yang memiliki 25 persen saham. Kegiatan eksplorasi gas oleh EMP-Buzi Hydrocarbons di wilayah Buzi, Propinsi Sofala, Mozambik, dimulai sejak ditandatanganinya kerjasama dalam forum Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali tahun 2019. Diharapkan pada akhir tahun depan, EMP-Buzi Hydrocarbon akan memasuki tahapan produksi.

Penulis
: DR Berita
Editor
: Armand

Berita Terkait

Politik

Pelantikan TP PKK Medan 2025-2030: Pesan Walikota Jauhkan Gadget dari Dalam Rumah Demi Pendidikan Anak

Politik

Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026-2027: Kehormatan Plus Tanggung Jawab Berat

Politik

Wong Chun Sen Desak Polsek Sunggal Tangkap Pembacok Erwin Dani Sinaga

Politik

Dapat Dukungan Kementerian PKP, Program Perumahan di Perbatasan Jadi Prioritas Mendagri dan BNPP

Politik

20 Kepala Kejaksaan Tinggi Dapat Promosi, Rotasi, dan Mutasi dari Jaksa Agung RI, Berikut Daftarnya

Politik

Kisah Paguyuban Banyumas di Sumut, Tiba di Amplas Kena Palag Preman Hingga Buka Usaha