drberita.id | Para pedagang bakso di Kota Medan berkomitmen tidak memilih kader PDI Perjuangan di pemilihan legislatif dan presiden 2024. Komitmen tersebut akibat pernyataan dari Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.
Ketua Komunitas Pedagang Bakso Pakde Rahayu, menuturkan pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan pada rakernas ke II 23 Juni 2022 sangat menyakitkan hati para pedagang bakso.
"Apa yang salah dengan pedagang bakso? Kenapa pedagang bakso menjadi guyonan elit parpol PDIP. Ibu Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum PDIP itu harus meminta maaf kepada seluruh pedagang bakso yang ada di tanah air," cetus Pakde Rahayu, Sabtu 25 Juni 2024.
"Kami masyarakat kecil yang mencari nafkah sehari-hari dengan menjual 1 mangkok bakso ini hanya untuk bisa bertahan hidup. Sebagai warga negara kami memiliki hak yang sama, yang membedakan seseorang hanya dari profesinya saja," sambungnya.
BACA JUGA:
KPK Kembali Terima Predikat WTP dari BPKMenurut Pakde Rahayu, pedagang bakso adalah pelaku UMKM kuliner yang ada di Indonesia. Kuliner bakso sudah sejak lama diminati oleh masyarakat Indonesia. Pelaku UMKM bakso baik dari yang dijual keliling dengan gerobak maupun warung adalah pejuang pencari nafkah yang gigih dan pantang menyerah.
"Perjuangan para pedagang bakso dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga patut menjadi contoh tauladan," katanya.
Pakde Rahayu mengakui para pedagang bakso di Kota Medan sangat kecewa dengan PDIP dan ketua umumnya Megawati Soekarno Putri yang menjadikan dagangan bakso sebagai guyonan dan rakernas.
BACA JUGA:
SBY Bertemu JK Untuk Indonesia Lebih Baik"Kami sangat kecewa, tidak akan memilih Kader PDI Perjuangan di pemilu 2024," tandas pria kelahiran Solo ini.