drberita.id | Persatuan Batak Islam (PBI) mendesak pemerintah agar segera membatalkan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang telah mencedarai nilai-nilai keagaman pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Jujur kami khawatir, Pancasila yang selama ini menyatukan umat berbeda agama di Indonesia, lama-kelamaan akan hilang karena disederhanakan menjadi Ekasila di RUU HIP. Pemerintah harus batalkan RUU HIP, bukan menunda," ungkap Wakil Ketua DPW PBI Sumatera Utara Benny Pane dalam keterangan tertulis, Jumat 19 Juni 2020.
Menurut Benny, memang ada kelompok yang berusaha mengarah ke sana untuk mengkerdilkan Pancasila menjadi Trisila, dan dari Trisila di-slim-kan lagi menjadi Ekasila. "Dan pada Ekasila itu pula nantinya ketuhanan yang maha esa, menjadi gotong-royong," katanya.
Baca Juga: DDW Himpun Rp 1,1 Miliar Bantu 16.694 Penerima Manfaat Selama Ramadhan 1441 H
Benny juga menyayangkan pembahasan RUU HIP dimulai pada saat pandemi virus Corona (Covid-19). Padahal, rakyat tengah mengalami kesulitan, sakit, dan kelaparan karena pandemi Covid-19.
"Ada pihak yang sedang mengetes umat Islam. Pihak itu akan jalan terus jika umat Islam diam saja saat RUU HIP dibahas," kata Benny.
Karena itu, lanjut Benny, PBI mengajak dan mengimbau seluruh elemen umat beragama khususnya umat Islam untuk bersuara dan melawan RUU HIP. Umat Islam, pinta Benny, harus solid dan bersatu agar tidak disepelekan oleh pihak-pihak yang merong-rong Pancasila.
Baca Juga: Pokja 015-PK Dinas PU Sumut Dilapor ke Inspektorat
"Sebab itu kita perlu menampakkan taring bahwa kita singa, bukan ayam," tegasnya.
(art/drb)