HUT TNI

Nobar Wayang Kulit: Mayjen Hasan Ingatkan Pesan Moral Perang Baratayudha

Acara Dilaksanakan di 78 Titik
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202310/_128_Nobar-Wayang-Kulit--Mayjen-Hasan-Ingatkan-Pesan-Moral-Perang-Baratayudha.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Mayjen TNI Mochammad Hasan nobar wayang kulit HUT TNI ke 78.
drberita.id -Semarak perayaan HUT ke-78 TNI di Kota Medan, Sumatera Utara, masih berlanjut hingga Jumat 6 Oktober 2023 malam, dengan digelarnya wayang kulit lakon Bimo Krido.

Pangdam I/BB, Mayjen TNI Mochammad Hasan pun mengajak segenap unsur Forkopimda Sumut dan Kota Medan, serta Keluarga Besar TNI dari PPAD Sumut untuk nonton bareng (Nobar).

Acara nobar wayang kulit ini digelar serentak di 78 lokasi dalam dan luar negeri. Dari Jakarta, berlangaung di Mabesad yang dibuka oleh Kasad, Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Sedangkan di Medan, nobar yang dihelat di Balai Prajurit Makodam Bukit Barisan itu dibuka langsung oleh Pangdam I/BB, Mayjen TNI Mochammad Hasan.

"Terima kasih kepada semua yang telah hadir untuk bersama-sama menonton pagelaran wayang kulit yang dibawakan dalang, bapak Suwardi asal Kota Tanjunbalai," ucap Pangdam membuka acara.

Pangdam meyakini, nobar wayang kulit ini mampu meningkatkan nilai kearifan lokal dan mitologi Indonesia.

Di mana alur ceritanya yang mengisahkan tokoh wayang Bimo atau Bima yang terkenal punya kuku sakti Ponconoko dan Kresna, tidak mampu melawan Batara Guru yang merupakan jelmaan Betari Durga.

Karena itu, Bima dan Kresna meminta bantuan Begawan Dewa Kasimpar yang merupakan jelmaan Semar. "Konflik tersebut di kemudian hari berakhir dengan perang besar yang disebut Baratayudha," ucap Pangdam.

Cerita ini memuat pesan moral, yakni keberanian Pandawa dalam memperjuangkan hak dan kedaulatan negara. Karena kemerdekaan dan kedaulatan merupakan hasil perjuangan, bukan hasil perdamaian yang membuat kemerdekaan menjadi tidak utuh.

"Itulah pesan moral yang sekiranya juga ingin disampaikan dalam pagelaran wayang kulit HUT ke-78 TNI tahun 2023 ini," ungkap Pangdam seraya mengatakan, pagelaran ini dapat diambil sebagai implementasi niat bersama untuk mewariskan budaya luhur melalui pewayangan kepada generasi penerus.

Di akhir sambutannya, Pati TNI AD abituren Akmil 1989 itu berharap gelaran wayang kulit ini bisa memberikan kontribusi besar dalam melestarikan seni wayang kulit di Indonesia, dan menjadikan momentum untuk memperkuat sinergitas TNI-Polri serta masyarakat.

Turut hadir di acara, Pj Gubsu, Kapoldasu, Ketua DPRD Sumut, Kajatisu, Kabindasu, Danlantamal I Belawan, Dankosek I Medan, Danlanud Soewondo Medan, Kepala BNN Sumut, Walikota Medan, Kapolrestabes Medan, Ketua DPRD Medan, Kajari Medan, serta Kasdam beserta seluruh PJU dan para Dansat jajaran Kodam I/BB.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

CSI Soroti Status Siaga Satu TNI: Ancaman Apa yang Sebenarnya Terjadi di Indonesia?

Politik

Trinovi Sitorus Apresiasi Open Tournament Tinju Piala Panglima TNI

Politik

Osama Pimpin FKPPI Tanjung Morawa Siap Berkibar Kembali: Ini adalah anak dari TNI

Politik

Nobar Film The Sun Gazer, Cinta dari Langit, Wartawan Dapat Potongan Tiket 50 Persen

Politik

TNI-Polri Geledah Rumah Pembacok Jaksa Kejari Deliserdang, Sempat Pintu Tidak Dibuka

Politik

AMSD Dukung TNI Kawal Kejaksaan Bongkar Kasus Korupsi di Seluruh Indonesia