Negera G7 Paksa Pasukan Eritre Mundur dari Provinsi Tigray Ethiopia

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir042021/_3746_Negera-G7-Paksa-Pasukan-Eritre-Mundur-dari-Provinsi-Tigray-Ethiopia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Istimewa
Teng perang

drberita.id | Pasukan perang Eritrea telah ditarik mundur dari Provinsi Tigray, Ethiopia, Minggu 4 April 2021, kemaron kata Menteri Luar Negeri Ethiopia.

Dikutip dari Reuters, Selasa 6 April 2021, Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan negara G7 lainnya pada Jumat kemarin meminta pasukan Eritrea untuk keluar dari kawasan tanpa syarat mengikuti perkembangan kesepekatan politis antara pihak negara Ethiopia dan Eritrea.

BACA JUGA :Varian Baru "EEK" Covid-19 Ditemukan di Jepang

Pasukan Eritrea yang melintasi batas setelah diprovokasi oleh Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) mundur dari kawasan tersebut diikuti dengan pengambil alihan tugas pengamanan kawasan perbatasan kedua negara oleh Pasukan Pertahanan Nasipnal Ethiopia, demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan.

Konflik yang merebak terjadi setelah pasukan Front Pembebasan Rakyat Tigray menyerang sejumlah basis tentara Federal Ethiopia di kawasan tersebut, awal November 2020. Dan diakhir November di tahun yang sama, pasukan pemerintah Federal Ethiopia berhasil mengambilalih dan mendeklarasikan kemenangan.

[br]

Ribuan penduduk meninggal dunia di masa terjadinya konflik dan ratusan ribu penduduk terpaksa mengungsi dari rumah mereka dan kelaparan akibat kekurangan bahan makanan dan air.

Menyusul terjadinya penurunan tingkat kesehatan akibat dari kurangnya fasilitas obat-obatan.

BACA JUGA :Jurnalis I-News TV Ajak Seluruh Wartawan Solid Jalankan Tugas Jurnalistik

Saat ini, akses penuh internasional diberikan kepada organisasi kemanusiaan, sembari penyelidikan yang dilakukan oleh pakar luar negeri terhadap potensi pelanggaran hak azasi manusia di kawasan tersebut, demikian pernyataan Meneteri Luar Negeri Ethiopia.

Penulis
: Fay
Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait