drberita.id -Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara (Sumut), merancang sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama periode lima tahun ke depan (2022-2027).
Ketua MPM PWM Sumut Sahlan Marpaung menjelaskan, program kerja yang dirancang akan lebih fokus pada pendampingan (advokasi) masyarakat dalam menghadapi masalahnya.
Salah satu rencana besar dalam rangka mewujudkan program pendampingan atau advokasi masyarakat itu, kata Sahlan Marpaung, adalah membangun rumah damping.
"Dalam rapat perdana pengurus pada Sabtu 25 Agustus 2023 di Gedung PWM Sumut, para pengurus sudah sepakat merancang pembangunan rumah damping itu," jelas Sahlan Marpaung, Senin 28 Agustus 2023.
Hadir dalam rapat perdana, Sekretaris MPM PWM Sumut Abyadi Siregar, Wakil Sekretaris Azrun Parinduri, Koordinator Bidang (Korbid) Hasrat Samosir,
dan seluruh pengurus MPM PWM Sumut.
Menurut Sahlan, rumah damping tersebut dirancang multifungsi. Bisa digunakan untuk panti rehabilitasi narkoba.
"Pembangunan rehabilitasi narkoba ini sangat penting. Karena saat ini narkoba menjadi salah satu persoalan besar bangsa ini. Mayoritas penghuni penjara adalah kasus narkoba," timpal Abyadi Siregar.
Selain untuk rehabilitasi narkoba, rumah damping juga dirancang sebagai Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat), dan menjadi pusat kerajinan serta keterampilan atau workshop bagi gelandangan dan pengemis (Gepeng).
"Jadi, rumah damping itu direncanakan menjadi pusat pelatihan skil berbagai keterampilan. Diharapkan para Gepeng yang keluar dari rumah damping ini, nantinya akan dapat membangun usaha sendiri, sehingga tidak lagi kembali ke jalanan untuk menggelandang dan mengemis," kata Sahlan lagi.
Dalam rapat tersebut, disadari bahwa mewujudkan pembangunan rumah damping itu tidak mudah. Karena ini menyangkut pengadaan tempat yang tentunya membutuhkan anggaran.
"Untuk mengatasi masalah ini, maka MPM PWM Sumut akan bersilaturrahmi dengan Walikota Medan Boby Afif Nasution. Karena saat bersilaturrahmi dengan Muhammadiyah beberapa waktu lalu, Walikota Medan sempat menawarkan kepada Muhammadiyah untuk memanfaatkan lahan Pemko Medan berupa tanah untuk kepentingan umat," kata Sahlan.
Sahlan menjelaskan, lahan tersebut berada di areal rencana pembangunan Islamic Centere di Kecamatan Medan Labuhan. "Jadi, kita akan tindaklanjuti tawaran Walikota Medan itu," katanya.