drberita.id | Deputi Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Ricky Kurniawan mengapresiasi kehadiran para komika Stand Up Comedy dari sejumlah daerah yang mengisi 'Mimbar Demokrasi' di Taman Politik, DPP Partai Demokrat, Rabu 17 Maret 2021.
"Seperti apa yang disampaikan Ketum AHY, Partai Demokrat adalah rumah besar bagi masyarakat Indonesia. Partai Demokrat selalu menyambut kawan-kawan, para pecinta demokrasi, sesama anak bangsa yang ingin menyampaikan kegelisahan di Mimbar Demokrasi," ungkap Ricky.
Ricky juga menyebut kehadiran para komika tentu menambah semangat Partai Demokrat untuk terus berjuang mempertahankan martabat dan kedaulatan partai. Ini juga merupakan pertanda bahwa masalah ini bukan hanya masalah Partai Demokrat, melainkan masalah demokrasi di tanah air.
BACA JUGA :Rektor USU MoU Dengan Pujakesuma Sumut
"Selain soal demokrasi, kritik sosial yang disampaikan para komika turut menjadi cambuk bagi Partai Demokrat untuk terus memperjuangkan suara-suara rakyat," kata Ricky.
Enam komika hadir di 'Mimbar Demokrasi' kali ini. Mereka adalah Edward, Erwin Belo, Herman Jonex, Darwin Moa, dan Deki Sutrisna. Mereka adalah komika yang berbasis di Jakarta dan Bekasi.
Para komika mengaku bersimpati kepada Partai Demokrat yang sedang mengalami ujian. Mereka harap ujian itu bisa segera selesai karena bagaimana pun Partai Demokrat merupakan pengawal demokrasi. "Ibaratnya Partai Demokrat itu ya demokrasi," kata Edward.
Para komika juga mempertanyakan alasan pelaksanaan KLB Ilegal dengan cara yang unik. Mereka juga memparodikan tingkah polah pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) yang membuat segenap hadirin tertawa.
BACA JUGA :Putra Lembah Baliem Papua Sukses Tugas UN di Kongo
"Standup comedy kan tentang keresahan ya. Saya cari-cari apa yang jadi keresahan di Partai Demokrat. Nggak ada tuh, semua bagus-bagus saja. Yang habis dari Deliserdang kali ya yang lagi resah," ungkap Dicky.
Selain soal demokrasi, para komika menyampaikan keresahannya akan kondisi sosial politik bangsa dan negara melalui medium humor.