drberita.id -Ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kabupaten
Batubara Helmi Syam Damanik maju menjadi calon bupati di Pilkada serentak 2024. Helmi bertekat memajukan
Batubara dan ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya sudah berikhtiar dan juga mewakafkan diri saya untuk maju Calon Bupati Batubara periode 2024-2029 melalui Pilkada 2024 untuk menjadikan masyarakat Batubara yang maju dan sejahtera," ungkap Helmi Syam Damanik kepada wartawan di Cafe 50, Sabtu 1 Juni 2024.
"Saya juga melihat tujuan dimekarkannya Kabupaten Batubara untuk menyikapi Undang Undang Otonomi Daerah yang artinya mendekatkan pemerintah kepada masyarakat agar terpenuhi kesejahteraannya sesuai tuntutan Pembukaan UUD 1945," sambungnya.
Sosok pengacara dari Ferari ini mengatakan, sejak pemekaran Kabupaten Batubara tahun 2007, dua pejabat bupati telah merumuskan pemerintahan dan kelembagaan lain sebagaimana layaknya suatu pemerintahan daerah, agar bisa berjalan dengan baik sesuai amanah undang undang dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera.
Namun pemerintahan hasil Pilkada yang telah berlangsung sejak 2008 hingga 2023 berakhir, harapan masyarakat dari cita cita pemekaran Kabupaten Batubara belum terwujud, dan ditandai dengan masih tingginya kemiskinan, stunting, pengangguran, dan kualitas pendidikan masyarakat masih jauh dari harapan.
"Sejalan dengan itu, saya berikhtiar dan ingin mewakafkan diri saya untuk dapat mewujudkan cita cita masyarakat Batubara yang dimekarkan yakni masyarakat batubara yang maju dan sejahteta, dengan mendaftar sebagai Calon Bupati Batubara priode 2024-2029," tegas Helmi.
Sebenarnya, lanjuta Helmi, Kabupaten Batubara dengan luas 887,9 KM yang berdampingan dengan 3 kabupaten lainya yakni Asahan, Simalungun dan Sergai, merupakan daerah potensial untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan.
"Kabupaten Batubara yang didiami penduduk 416. 467 jiwa, yang terbagi 12 jecamatan serta 151 desa dan kelurahan, saya kira tidak sulit untuk membangunnya, karena daerah kita ini sesuai dengan Pepres 109 tahun 2020 terakhir adalah daerah proyek strategis nasional yang bisa ditingkatkan," bebernya.
Jika saya menjadi bupati nantinya, yang pertama saya akan fokus membangun SDM dan pelayanan kesehatan kepadq masyarakat, karena dengan SDM dan masyarakat yang sehat, maka untuk membangun kesejahteraan masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi desa di bidang pertanian, perkebunan, menjadi nilai ekspor dan industri tidak sulit, sehingga tercipta banyak lapangan kerja baru.
Sama halnya dengan proyek strategis nasional di Kuala Tanjung dan Sei Mangkai, dengan SDM putra daerah yang ditingkatkan, maka bisa diminta perusahaan memproritastan tenaga kerja putra daerah sesuai SDM yang dibutuhkan perusahaan.
"Jadi saya tidak perlu membangun fisik seperti kantor bupati yang mewah, kenderaan dinas yang mewah, membangun gerbang masuk atau tugu tugu yang tak jelas itu, yang saya prioritaskan adalah memperbaiki infrastruktur yang layak untuk membawa hasil produksi dari desa ke perkotaan," seru Helmi.
Menurutnya, untuk mendukung itu semuanya tentu harus menginfentaris SDM putra daerah yang sedang atau selesai pendidikan di perguruan tinggi.
"Kan banyak putra daerah yang sudah selesai pendidikan pekerjaan sosial, pertanian, perikanan dan perkebunan, dan pendidikan guru atau lainnya. Ini akan kita berdayakan untuk bekerja membantu pemerintah daerah sesuai kompetensi, dan kita akan bangun kerja sama dengan semua perusahaan yang ada," kata Helmi.
Helmi juga mengingatkan jangan ada lagi pejabat di Pemkab Batubara hilang bersama dengan anggaran, dan masalah divisit anggaran. Itu terjadi karena pengelola kebijakan tidak jelas, juga pejabat selaku perencana anggaran dan pengelola keuangan tidak faham.