drberita.id-Medan | Ombudsman RI meminta Polri dan BPN di Sumatera Utara meningkatkan kualitas layanan publik.
Hal ini disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar saat membuka workshop pendampingan penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik kepada kementerian dan lembaga oleh Ombudsman RI Perwakilan Sumut, di Hotel Santika Dyandra Premier, Medan, Kamis 29 April 2021.
Hipakad dan Koramil 03 Serang Gelar Doa Bersama Untuk 53 Prajurit KRI Nanggala 402
Abyadi mengatakan, kepatuhan terhadap standar pelayanan publik bisa dilihat dari dua hal. Pertama adanya penyusunan serta pengumuman atribusi layanan sehingga masyarakat yang datang bisa melihat.
"Berikutnya, setelah artibusi layanan terpampang, apakah standar pelayanannya sudah dilakukan atau tidak. Kalau misalnya mengurus ini gratis, tapi kenyataannya tidak, berarti standarnya tidak terpenuhi," kata Abyadi.
Workshop ini menurutnya berupaya memberikan pendampingan agar lembaga vertikal seperti kepolisian dan BPN tergerak untuk meningkatkan kualitas layanan. Walaupun faktanya, kualitas layanan lembaga vertikal lebih baik daripada layanan Pemda.
"Ombudsman bertugas mengawasi pelayanan publik. Jadi kami berharap setelah selesai forum kita ini, nanti kita bergerak cepat untuk memperbaiki pelayanan publik," kata Abyadi.
[br]
Sebagai langkah praktis, Abyadi mengajak seluruh peserta yang berasal dari kepolisian dan BPN untuk membentuk grup WhatsApp sebagai wadah komunikasi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik oleh instansi pemerintah.
"Kita ingin membuat grup dengan Polres, karena Ombudsman sudah punya grup dengan Pemda, dengan inspektorat," paparnya.
BAPERA Sumut Berbagi Ramadhan dan Umroh Ibu Perwiritan dan Anak Nazir Masjid Muslimin
Abyadi menambahkan, tahun ini dalam waktu dekat mereka akan melakukan survei kepatuhan terhadap standar pelayanan publik. Survei tahun 2021 akan dimulai setelah lebaran.
Workshop ini juga menghadirkan Dr (cand) Shohibul Anshor Siregar sebagai narasumber. Shohibul merupakan pengajar ilmu sosial di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), menekankan pentingnya komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
[br]
"Komitmen itu tak ubahnya sebuah keimanan. Rasanya kita masih ingat kata Jenderal Oegroseno dahulu, jangan lagi ada darah dan air mata di kantor polisi," kata Shohibul.
Pelayanan serta program yang baik dan efektif oleh instansi pemerintah, pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia mengambil contoh perangkat tilang elektronik yang mulai diujicoba saat ini.
Firli: KPK Juga Geledah Rumah Pribadi Azis Syamsuddin Hingga Malam
Menurutnya, tujuan tilang elektronik itu bukanlah ingin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dari pelanggar lalulintas. Tujuannya adalah ingin menciptakan masyarakat yang sadar dan tertib berlalulintas.