drberita.id -Proyek multi years rancang bangun jalan dan jembatan Provinsi Sumut tahun 2022-2023 senilai Rp2,7 triliun kabarnya mau diperpanjang kontraknya. Kabar inipun mendapat reaksi dari masyarakat jasa konstruksi.
Kabar diperpanjangnya kontrak proyek Rp2,7 triliun, ini asal-usulnya datang dari konsultan pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang selama ini dibayar. Kabar tersebut pun sudah menyebar, hingga sampai ke Pj Gubsu Hasanuddin.
Ketua Umum DPD Gabungan Perusahaan Konstrukai Nasional Indonesia (Gapeksindo) Sumatera Utara Erikson Lumbantobing menyarankan agar Kadis PUPR Sumut Marlindo Harahap segera berkomunikasi dengan stekholder jasa konstruksi.
"Kalau dari kita Gapeksindo, sarankan ini dibicarakan bersama-sama terlebih dahulu dengan masyarakat jasa konstruksi Sumut, sebelum memperpanjang kontrak pekerjaan multi years Rp2,7 triliin ini. Jangan seperti gubernur sebelumnya, tidak melakukan hal tersebut," ucap Erikson di Medan, Kamis 14 September 2023.
Erikson pun tak ingin Pj Gubsu Hasanuddin terjebak dalam konflik proyek multi years tersebut.
"Tapi kita harapkan Pj Gubsu kita ini lebih bijak dalam memutuskan kebijakannya untuk proyek multi years Rp2,7T ini. Sehingga pelaksana konstruksi di Sumut ini kebagian kue pembangunan yang ada di Sumut ini," katanya.
Kabar mau diperpanjangnya kontrak proyek multi yeras rancang bangun jalan dan jembatan Rp2,7 triliun tersebut belum bisa terkonfirmasi kepada Kadis PUPR Sumut Masrlindo Harahap.
Marlindo Harahap sampai saat ini belum juga menjawab konfirmasi terkait kabar mau diperpanjangnya kontrak proyek Rp2,7 triliun tersebut.