Pilkada 2024

Kembalikan Formulir Bakal Calon Gubernur ke PKB, Nikson Nababan Ingin Bangun Sumut

Optimis 3 Partai Mengusung
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202405/_5447_Kembalikan-Formulir-Bakal-Calon-Gubernur-ke-PKB--Nikson-Nababan-Ingin-Bangun-Sumut.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Nikson Nababan dan tim di Kantor DPW PKB Sumut.
drberita.id -Mantan Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Sumatera Utara ke Kantor DPW PKB Sumut, di Jalan Walikota, Kota Medan, Senin 6 Mei 2024.

Kedatangan Nikson Nababan bersama tim disambut langsung oleh Ketua Desk Pilkada Sumut PKB Jabidi Ritonga, bersama jajaran pengurus DPW PKB Sumut.

Bupati Taput dua periode ini, secara simbolis menyerahkan formulir pendaftaran dan berkas persyaratan Balon Gubernur Sumut ke pengurus DPW PKB Sumut.

"Agenda saya datang ke PKB hari ini, menyerahkan formulir pencalonan sebagai bakal calon Gubernur Sumut, saya diterima oleh pengurus PKB," ucap Nikson Nababan kepada wartawan.

Nikson Nababan mengungkapkan, selain PKB untuk memuluskan langkah bertarung di Pilgub Sumut, juga sudah menyerahkan berkas pendaftaran ke DPD PDI Perjuangan, dan DPW NasDem Sumut.

"PDIP, PKB dan habis ini diterima NasDem. Baru tiga ini, PKB dan PDIP sejarahnya ada, saya di Tapanuli Utara maju, PKB juga mendukung saya," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Nikson Nababan termotivasi maju di Pilgub Sumut, ingin membangun Sumatera Utara lebih baik lagi ke depannya. Baik di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maritim, pertanian, hingga UMKM. Untuk dapat mensejahterakan masyarakat Sumut dengan potensi daerah dimiliki.

"Sumut ini, kekayaannya luar biasa, yang kalau DNA adalah maritim, sama agraris. Sektor maritim, kita bisa jadikan sektor wisata bahari, bisa menambah penghasilan nelayan, sudah ada kerusakan dimana-mana, itu harus diperbaiki. Bagaimana kita lindungi, mekanisme pertanian, bagaimana hasil produksi pertanian bisa berjalan dengan baik," kata Nikson Nababan.

Nikson pun memberikan contoh, saat menjabat Bupati Taput, dengan program lahan pertanian pro masyarakat. Tanah adat pun harus diberikan kepada masyarakat dalam pengembangan di bidang pertanian di Sumut.

"Termasuk lahan, yang saya buat di Taput, nama tanah adat, Taput itu hutan hutan jadi tanah rakyat, bukan lagi milik pemerintah pusat lagi, karena tidak dilindungi milik masyarakat, suatu saat dikuasai swasta, masyarakat kita mau makan apa?. Hal hal itu yang juga kita pikirkan di Sumut ini," sebutnya.

Nikson Nababan juga mengungkapkan dirinya bila terpilih jadi Gubernur Sumut periode 2024-2029, akan memikirkan produksi pertanian harus dijaga betul dengan harga yang stabil, jangan sampai hasil produksi pertanian merugikan masyarakat.

"Di bidang struktur terkendala, eksesting saja belum beres. Ini harus beres, anggaran harus kesitu dulu, menjadi prioritas dulu. Kemudian, konektivitas bagaimana Taput bisa terkoneksi ke Labuhanbatu dan sebaliknya begitu. Tidak harus komoditas harus masuk Belawan dulu, ada Sei Mangkei, terkoneksi antar infrastruktur," jelasnya.

Nikson pun ingin merubah stigma negatif kepanjangan Sumut, "semua urusan uang tunai" menjadi semua urusan harus tuntas. Karena, harus dilakukan reformasi birokrasi pemerintahannya.

"Sumut ini, kita ketemu dimana-mana, berteman. Selalu orang Sumut, semua urusan harus uang tunai, bisa dijadikan hal yang negatif. Kapan ya, Sumut itu tidak lagi, semua urusan tidak lagi uang tunai?," kata Nikson.

"Bagaimana Sumut ini, semua urusan harus tuntas, tidak boleh pakai uang. Ini metaliti. Ini akan berdampak sektor," sambung Nikson Nababan.

Nikson Nababan mengungkapkan bahwa dirinya harus mengembangkan potensi olahraga di Sumut. Apa lagi, di Sumut ada PSMS Medan, menjadi klub bola ternama di tanah air. Bila terpilih menjadi Gubernur Sumut, harus kembali berlaga di Liga 1 Indonesia.

"Termasuk, klub besar itu, Persija, Persib, Persebaya, pasti ada PSMS yang berlaga di dalamnya," kata Nikson Nababan.

Nikson Nababan mengungkapkan teladan itu harus dimulai dari pemimpin, dengan melakukan anggaran prioritas pertanian, kelautan dan penjaminan harga, hirilisasi UMKM.

"Semua desa di Sumut tidak lagi terisolir, semua desa Sumut harus merdeka. Fasilitas di desa harus diperbaiki dan desa itu, menjadi pusat perekonomiannya, dampak konsumsi orang kota, dan inflasi bisa ditekan. Ngapain orang ke kota, bila di desa sudah mapan," ujar Nikson.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada PKB Sumut Jabidi Ritonga, mengungkapkan pihaknya menerima pengembalian formulir pendaftaran disampaikan oleh Nikson Nababan secara langsung bersama timnya.

"Menerima kunjungan Nikson Nababan, bakal calon Gubernur Sumut, mengembalikan berkas dan mengisi biodata secara online. Kami sudah menerima kunjungan tersebut. Masih menunggu dari PDIP sebagai perahu dan rumah besar beliau. Nikson Nababan diterima oleh jajaran pengurus DPW PKB Sumut dan didampingi oleh Ketua DPC PKB Tapanuli Utara Tigor Lumbantoruan," kata Jabidi.

Setelah Nikson, kata Jabidi, Edy Rahmayadi bersama tim juga menyampaikan hal yang sama ke Kantor DPW PKB Sumut.

"Yang jelas ada dua, Pak Edy Rahmayadi, pak Nikson Nababan, tokoh Puja Kesuma, sudah mengambil formulir tapi belum mengembalikan. Kalau pak Edy jam 2 siang ini," kata Jabidi.

Jabidi mengungkapkan pihaknya, hanya melakukan penjaringan dan pendaftaran bagi bakal calon Gubernur Sumut. Baik dari kader dan eksternal partai. Tapi, semua itu keputusan ada di DPP PKB, siapa yang bakal didukung dan diusung PKB nantinya di Pilgub Sumut.

"Keputusan ada di DPP. Sampai tiga hari sebelum pendaftaran ke KPU, masih membuka diri. Meski ada waktu tegang, tapi tidak menutup diri," sebut Jabidi.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Sambut Mantan Menteri, PKB Sumut Akan Berdayakan Perempuan Milenial dan Kaum Ibu di Bidang UMKM

Politik

Presiden Prabowo Terima Pengurus DPP PKB dan Ketua DPW se Indonesia

Politik

Kader PKB Desak Polisi Tangkap Guru Penganiaya Santri Ponpes Hafiz Quran 30 Juz di Labusel

Politik

Tersebar Undangan Wartawan Untuk Pemilihan Ketua FWP di Kantor Gubernur Sumatera Utara

Politik

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution Undang Ratusan Pemred Media Silaturahmi Akbar

Politik

Ketua PKB Sumut Diperiksa KPK Bakal Jadi Tersangka