Kasus Covid-19 di Indonesia Sepanjang Pandemi 3.718.821 orang, Sumut Termasuk Penyumbang Terbesar

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082021/_232_Kasus-Covid-19-di-Indonesia-Sepanjang-Pandemi-3-718-821-orang--Sumut-Termasuk-Penyumbang-Terbesar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Istimewa
Swab antigen

drberita.id | Beberapa pekan setelah berlakunya PPKM di Indonesia, kasus Covid-19 mulai menunjukan penurunan sebesar 59%, dari puncak kasus di Juli 2021.

Dikutip CNCBIndonesia.com, Selasa 10 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan mencatat kasus Covid-19, tercatat bertambah 32.081 orang. Dengan begitu total kasus Covid-19 di Indonesia sepanjang pandemi mencapai 3.718.821 orang.

Angka ini meningkat dibandingkan hari sebelumnya dengan penambahan kisaran 20 ribu dalam satu hari. Adapun lima provinsi yang menyumbang penambahan kasus terbanyak yakni, Jawa tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga:Jubir KPK: Memahami Utuh Aturan Perjalanan Dinas Agar Tak Keliru Beropini

Pada hari ini, Jawa Tengah mencatat penambahan kasus 4.560 orang sehingga total kasus mencapai 423.916 orang. Sementara pasien sembuh bertambah 6.352 orang dan totalnya 359.950 orang.

Sayangnya, kasus kematian di provinsi ini masih sangat tinggi dengan penambahan 490 orang sehingga totalnya 23.497 orang. Saat ini kasus aktif atau pasien yang membutuhkan perawatan di Jateng berangsur menurun menajdi 40.469 orang.

Kedua, Jawa Barat dengan tambahan kasus baru 4.163 orang sehingga totalnya 643.567 orang. Kemudian pasien sembuh bertambah 7.441 orang sehingga totalnya 553.546 orang.

Baca Juga :Aktivis 98: Pertumbuhan Ekonomi 7,07 Persen Informasi Menyesatkan

Hari ini Jabar mencatatkan tambahan korban jiwa terbanyak dibandingkan provinsi lainnya sebanyak 491 orang. Dengan begitu total kematian di provinsi ini mencapai 10.988 orang. Saat ini kasus aktif di Jabar pun semakin berkurang menjadi 79.033, sebelumnya sempat melebihi 100 ribu kasus.

Ketiga, Jawa Timur dengan penambahan kasus baru 3.618 orang sehingga totalnya 342.857 orang. Adapun pasien sembuh bertambah 4.471 orang sehingga totalnya menjadi 277.964 orang. Di Jatim kasus kematian pun konsisten tinggi dengan penambahan 329 orang dalam satu hari, sehingga totalnya 23.621 orang. Saat ini kasus aktif di Jatim sebanyak 41.272 orang.

Baca Juga :Kepala BNPB Datang ke Medan, Warga Dapat Ribuan Masker dan Sabun

Keempat, Sumatera Utara dengan penambahan kasus 1.753 orang sehingga totalnya 74.637 orang. Kemudian pasien sembuh bertambah 876 orang sehingga totalnya 47.004 orang. Ada sebanyak 46 kasus kematian hari ini, sehingga totalnya 1.737 orang. Saat ini kasus aktif di Sumut mencapai 25.896 orang.

[br]

Kelima, Kalimantan Timur dengan penambahan 1.546 orang sehingga totalnya 133.826 orang. Ada tambahan pasien sembuh 2.460 orang hari ini, sehingga totalnya 110.573 orang. Sayangnya kasus kematian juga masih bertambah 79 orang, sehingga totalnya 4.130 orang. Saat ini kasus aktif mencapai 19.123 orang.

Sebelumnya, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengkhawatirkan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 di luar pulau Jawa dan Bali. Dia menilai lonjakan di daerah bermula dari peningkatan kasus di Pulau Jawa yang merembet ke pulau-pulau lainnya.

"Jadi lonjakannya terjadi di Jawa dulu, kemudian dengan adanya pembatasan mobilitas mulai menurun tapi kemudian menjalar ke daerah lainnya seperti di Sumatra dan Papua. Ini harus diantisipasi secara baik," kata Daeng.

Baca Juga :Anak Aceh Sukses di Medan Saat Pandemi Covid-19

Dia menegaskan 3 T (tracing, testing, dan treatment) dan vaksinasi harus lebih gencar dilakukan. IDI juga mengharapkan pemerintah daerah mempersiapkan diri dengan menambah fasilitas layanan dan isolasi terpusat.

"Khawatir masyarakat yang terinfeksi pada saat lonjakan ini tidak terfasilitasi dengan baik, tentunya masalah obat dan oksigen juga harus menjadi perhatian. Kita sudah mendapatkan pelajaran ketika terjadi lonjakan kasus di Jawa dan Bali," kata Daeng.

Penulis
: DR Berita
Editor
: Admin
Sumber
: CNBCIndonesia

Tag:
IDI

Berita Terkait

Politik

7 Model Jendela Minimalis untuk Rumah Subsidi 2026, Hemat Biaya dan Tetap Estetik

Politik

KPK OTT 7 Orang dari Medan, Binjai, dan Langkat: Fee Proyek Dinas Pendidikan dan Perkim

Politik

Ratusan Guru dan Tenaga Pendidik Kota Medan Bangga Ber-Washliyah

Politik

Polisi Tangkap 16 Tersangka dari 9 Kasus BBM Bersubsidi di Kota Medan

Politik

Agus Jabo: Sekolah Rakyat Harapan Presiden Untuk Keluarga Miskin Peroleh Pendidikan

Politik

Majelis Pendidikan Al Washliyah Tolak Program MBG Distop