drberita.id | Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali mendapat dukungan menjadi calon Presiden tahun 2024, dan sangat berpeluang jika bisa memiliki visi dan misi yang melampau presiden Amerika dan China.
"Peluang besarnya hanya ketika kemeruncingan politik ini didominasi tokoh dari Cebong. Visi dan misinya harus dapat melampaui alam pikiran Donald Trump dan Xi Jinping," ucap Pengamat Politik Shohibul Anshor dalam keterangan tertulis, Kamis 11 Juni 2020.
Menurut dosen UMSU ini, peluang Prabowo jadi presiden pada tahun 2024 bisa terjadi jika dia meberlakukan kebijakan wajib militer untuk mengamankan Indonesia dari tekanan negara asing.
Baca Juga: Subur Sembiring Bukan Pendiri Partai Demokrat
"Jika Prabowo berlakukan kebijakan wajib militer dan memobilisasi hasil rekrutan itu untuk mengerjakan percepatan pembangunan dan investasi teknologi, sangat mungkin ia tak bisa disaingi," sebut Shohibul.
Ketua Umum Partai Demokrat AHY saja, kata Shohibul tak akan mampu mengalahkan Prabowo di Pilpres 2024 nantinya.
Baca Juga: Bupati Labura Pasrah Jadi Tersangka
"Karena satu gugus dan kalah kelas, AHY harus memiliki resep ampuh. Selain mengungguli skenario Donald Trump dan Xi Jinping, AHY harus mampu beri resep makro ekonomi," terangnya.
"Ia dan tim ekonominya perlu dengar saya berbicara tentang universal basic income dan job guaranty dalam kerangka modern monetary theory," sambungnya.
Baca Juga: Mantan Ketua DPR RI Kritik Rencana Suntikan Dana ke PT Garuda Indonesia Tbk
Shohibul juga memastikan tensi politik di Indonesia menjelang Pilpres 2024 akan lebih panas dan tinggi terjadi karena tidak ada calon incumbent. (art/drb)