drberita.id | Konflik proses seleksi Komisi Informasi (KI) Sumatera Utara sangat memalukan. Ini bukti Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar tidak kapabel sebagai pejabat Pemprovsu.
"Sebenarnya ini bisa tidak terjadi jika Irman memahami aturan. Irman telah membuat malu Gubsu. Di sini tampak Pemprovsu tidak bermartabat," ucap Wartawan Senior, Fakhruddin Pohan alias Kocu, di Warkop Jurnalis Medan, Senin 24 Mei 2021.
BACA JUGA :Klarifikasi Berita KPK: Permintaan Berita Acara Ekspose Perkara Tanjungbalai
Menurut Kocu, Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar diduga ada maksud terselubung dalam pembukaan pendaftaran calon komisioner KI Sumut, tanpa sebelumnya membentuk tim seleksi (timsel).
"Semua orang sudah tahu, bahwa Irman bulan 9 atau September 2021 ini pensiun dari ASN, makanya kita heran pendaftaran calon komisioner dibuka tetapi timselnya belum dibentuk. Irman jangan beralasan sebagai pengguna anggaran (PA) untuk mengelabui publik, ada apa dia buru-buru buka pendaftaran itu," ungkap Kocu.
Oleh karena itu, lanjut Kocu, protes keras yang disampaikan Komisi A DPRD Sumut dalam rapat dengar pendapat (RDP), Senin 24 Mei 2021, wajib direspon Gubsu Edy Rahmayadi untuk mengevaluasi Irman Oemar dari jabatan kepala OPD.
BACA JUGA :Ribut-Ribut Calon Komisioner KI: Kominfo Sumut Tidak Profesional
"Ternyata kecolongan Gubsu selama ini, Irman Oemar ternyata tidak mampu menjadi Kadis Kominfo. Pantas saja wartawan yang bertugas di kantor gubernur kurang harmonis. Kasus KI Sumut ini menjadi buktinya, Irman tak mampu menjaga martabat Pemprovsu," tegas Kocu.