drberita.id -Sejatinya profesi guru adalah pekerjaan yang mulia dan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan adanya guru cita cita anak bangsa akan tercapai baik dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.
Informasi tentang rekrutmen guru lewat marketplace, yang dicanangkan Kementeri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan alasan lebih mudah menempatkan guru terkhusus honorer di berbagai sekolah.
Tentunya ini merubah paradigma bahwa guru adalah barang, sebagai mana diketahui marketplace tempat jual beli barang.
Merujuk pada Undang Undang Nomor 14 tahun 2005 'Pemerintah wajib memenuhi kebutuhan guru, baik dalam jumlah, kualifikasi akademik, maupun dalam kompetensi secara merata, untuk menjamin keberlangsungan satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal serta, untuk menjamin keberlangsungan pendidikan dasar dan menengah'.
Semestinya pemenuhan klasifikasi tersebut hendaklah dilakukan dengan manual serta penjaminan mutu yang maksimal, seperti rekrutmen melakukan tes CAT, akademik maupun tes dengan kompetensi dari lembaga profesional.
Ketua PC Ikatan Pelajar Al-Washliyah (IPA) Kota Medan Irham Tajhi mengatakan hendaknya wacana yang diusulkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ke Komis X DPR RI, Kemenpan RB, dan Kementerian Keuangan hendaklah dikaji ulang. Seharusnya tidak semudah itu mengangkat tenaga pendidik menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
"Hanya dengan sistem marketplace pihak sekolah merekrut guru, secara otomatis diangkat jadi PPPK. Kami kira kinerja Menteri Nadiem Makarim tidak profesional dan terkesan melecehkan profesi guru," ujar Irham Tajhi, Jumat 2 Mei 2023.
Irham Tajhi juga mengatakan sistem marketplace cenderung rawan kecurangan, dan mengenyampingkan profesionalitas serta merendahkan profesi guru.
"Ya memang, saat ini kita menuju sistem 4.0 atau revolusi teknologi, akan tetapi untuk rekrutmen guru ini hendaklah dibuat seamanah mungkin lewat penilaian dari tenaga ahli yang merekrut," katanya.
IPA Kota Medan tegas menolak usulan Menteri Nadiem Makarim dengan rekrutmen guru lewat marketplace, dan menyarankan ini dikaji ulang untuk terciptanya generasi bangsa berakhlakul karimah, berbudaya dan cerdas.
"Begitu juga tenaga pendidiknya, agar tercipta guru yang berkompeten, berintegritas dan berwibawa," tandas Irham Tajhi.