DRberita | Menteri BUMN Erick Thohir diingatkan agar segera mencopot Dirut PTPN2 terkait pelelangan gula di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) temuan Satgas Pangan Mabes Polri. Dalam kasus ini PTPN2 sempat dipasang police line.
"Tindakan yang dilakukan Bareskrim memasang police line dalam temuan ini, sebagaimana berita yang beredar tentu bukan hal yang main-main. Pasti ada indikasinya," ucap Ketua PW HIMMAH Sumut Abdul Razak Nasution, dalam keterangan pers, Rabu 6 Mei 2020.
Baca Juga: Diperiksa PAM SDO Kejatisu, Jaksa Hendy Belum Mau Minta Maaf ke Warga
Razak menduga PTPN2 sengaja melakukan lelang gula di atas HET dalam situasi pandemi, sehingga terkesan seolah-olah hal itu terjadi akibat Covid-19.
Razak juga menampik klarifikasi Stafsus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga yang menganulir PTPN2 melakukan pelelangan di bawah HET sebagai biang kerok kenaikan harga gula.
"Itukan pendapat pribadinya (Arya Sinulingg) saja. 5 ribu ton. Kebenarannya kan harus tetap dibuktikan!" tegas Razak.
Dalam kasus ini, Razak tidak ingin mempersoalkan besar-kecilnya nilai tender harga gula PTPN2, tapi Razak mengajak Menteri BUMN Erick Tohir fokus menyoroti 'muslihat jahat' perusahaan PTPN2 di tengah kesulitan ekonomi rakyat akibat pandemi COVID-19.
Kata Razak, BUMN semestinya berperan sebagai stabilisator untuk meringankan beban rakyat dalam situasi ini. "Jangan kita lihat dari besar-kecilnya, hanya 5 ribu ton. Tapi kita ingin fokus pada 'muslihat jahat yang dilakukannya. Faktanya, ada pelanggaran yang dilakukan PTPN2 kan?" katanya.
Baca Juga: Unjuk Rasa BBM Depan PT. Pertamina, 4 Mahasiswa UINSU Diamankan
Razak mengaku PW HIMMAH Sumut sudah berulang kali melakukan observasi untuk memastikan harga gula yang beredar di pasar. Ia juga bertanya kepada beberapa pedagang, antara lain di Pasar Sukaramai dan Pasar Simpang Limun.
"Banyak pedagang yang mengeluh kepada saya karena sulit mendapatkan gula. Harganya pun masih 17 ribu/kg di pasar. Kalau di pedagang eceran bisa sampai 20 ribu," terangnya.
Alasan itulah Meneteri BUMN diminta segera mencopot Dirut PTPN2. Menurut Razak, pihak-pihak yang berlaku 'nakal' sehingga menyebabkan rakyat sengsara tidak layak dipertahankan. "Pak Erick, sekali lagi kami ingatkan, copot Dirut PTPN2," serunya. (art/drb)