Pilpres 2024

Hari Sumpah Pemuda: Forwakum Ajak Milenial Tangkal Berita Hoax Jelang Pemilu

Momentum Generasi Muda Ukir Prestasi
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202310/_6408_Hari-Sumpah-Pemuda--Forwakum-Ajak-Milenial-Tangkal-Berita-Hoax-Jelang-Pemilu.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara
drberita.id -Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023 yang ke 95, Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) megajak kaum milenial menangkal berita bohong atau hoax jelang pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution mengatakan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum generasi muda untuk mengukir prestasi disegala bidang tatanan kehidupan.

"Dari hal yang terkecil sampai terbesar, dengan menangkal berita hoax ataupun tidak membagikan sebuah informasi ke media sosial yang belum diketahui validasinya. Itu sudah bahagian dari prestasi menjaga kondusifitas di lingkungan sosial maupun dunia maya," kata Aris Rinaldi, memaknai Sumpah Pemuda, Sabtu 28 Oktober 2023.

Jelang Pemilu 2024 dan berkaca dari tahun sebelumnya, kata Aris, perhelatan pesta demokrasi itu sempat ada melakukan penyebaran berita bohong dengan menggunakan isu SARA maupun narasi perpecahan antar sesama.

"Jika isu SARA dan testimoni provokatif akan digaungkan lagi dalam Pemilu 2024, dampaknya sangat berbahaya bagi sesama rakyat Indonesia. Sehingga sebaiknya pemuda pemudi diharapkan untuk berpartisipasi menangkal hal tersebut. Apalagi saat ini kaum milenial lah yang paling paham media sosial dan dapat mempengaruhi tren atau kebiasaan positif agar mencegah orang yang berprilaku negatif," katanya.

Bapak Proklamator Ir. Soekarno mengatakan 'Beri aku 1.000 orang tua,

niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda,

niscaya akan kuguncangkan dunia.'

Petuah Bung Karno itu, sebut Aris, artinya 10 pemuda saja bisa dunia diguncang, bagaimana dengan jumlah pemuda pemudi yang saat ini jumlahnya tak terhingga. Persoalan ini menjadi tugas bersama, Sumpah Pemuda tidak hanya membuat kegiatan serimonial, namun harus diaplikasikan dengan kerja nyata.

"Wujudnya menangkal berita hoax, dengan saring sebelum sharing, informasi tidak ditelan bulat bulat, paling tidak jika meragukan sebuah informasi yang belum jelas, tidak sharing ke mana mana. Karena selain merugikan orang lain dapat merugikan diri sendiri, dampaknya bisa terjerat UU ITE, karena penyebaran informasi tidak benar di media sosial pertanggungjawabannya masing masing," kata Aris Rinaldi Nasution.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

GP Angkatan 66: Jangan Jadi Anak Bangsa Cengeng dan Penjilat

Politik

Hari Sumpa Pemuda: Rahudman Ajak Generasi Muda Aktif Sambut Pesta Demokrasi

Politik

Jaga Kualitas Pemilu 2024 Melalui Kampanye Anti Hoax

Politik

Sultan Deli dan KNPI Hadiri Gebyar Sumpah Pemuda Bersama Forkala Medan

Politik

FKMN Peringati Sumpah Pemuda Sebagai Momentum Kerukunan Masyarakat

Politik

Wakil Menteri Jokowi Kerjanya Unggah Poster Hoax