Umat Islam

Gus Ipul Sholat Iduladha di Masjid Istiqlal Naik Kendaraan Listrik Berlogo Sekolah Rakyat

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202605/_6275_Gus-Ipul-Sholat-Iduladha-di-Masjid-Istiqlal-Naik-Kendaraan-Listrik-Berlogo-Sekolah-Rakyat.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) seusai mengikuti Sholat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta.
drberita.id -Masyarakat harus mengedepankan sikap tabayun dan pengendalian diri di tengah maraknya ujaran kebencian serta derasnya arus informasi di ruang publik.

Pesan itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) seusai mengikuti Sholat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Rabu 27 Mei 2026.

Menurut Gus Ipul, momentum Iduladha menjadi pengingat penting untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan keadaban sosial.

"Saya (tadi) bisa ikut mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Prof. Hamdan Juhannis. Salah satu (pesan) yang menarik dan bisa jadi bahan perenungan bersama, dia menyebut begini, dalam relasi kemanusiaan, sabar juga berubah wajah. Sabar bukan sekadar menahan amarah, tetapi kemampuan memahami sebelum menghakimi," kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, di tengah berkembangnya berita bohong dan ujaran kebencian, masyarakat perlu menahan diri untuk tidak langsung membalas atau merasa paling benar, melainkan memberi ruang bagi perspektif lain.

Selain itu Gus Ipul juga berpesan untuk selalu mengedepankan sikap tabayun (klarifikasi) dan mengedepankan sikap saring sebelum sharing.

"Sabar adalah keadaban di tengah kebablasan dalam berekspresi dan seni mengendalikan diri di tengah dunia yang tidak sabar. Ini menarik sekali, dan bagian dari refleksi kita di tengah tengah kehidupan dengan kemajuan teknologi yang luar biasa," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul tiba di Masjid Negara pukul 6.12 WIB, mengenakan busana muslim bernuansa putih dipadukan peci dan sarung warna hitam. Ia tiba di lokasi menggunakan kendaraan listrik hemat energi berlogo Sekolah Rakyat.

Sholat Iduladha dimulai pukul 07.00 WIB dengan khatib Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis, kiai sekaligus akademisi alumni McGill University Kanada.

Dalam khutbah bertema "Meneguhkan Spirit Kurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan", Hamdan mengingatkan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Sementara itu, sholat diimami Ahmad Anshoruddin Ibrahim, imam tetap Masjid Istiqlal, dengan bilal Muhammad Syawal Mubarok.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih turut hadir, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, dan Ketua DPD RI Sultan Najamuddin.

Hadir pula para perwakilan negara sahabat serta ratusan ribu jemaah Sholat Iduladha.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Sekolah Rakyat: Bingkai Foto Presiden dan Wakil Presiden Senilai Rp 4 Miliar, 2 Pejabat Dibebastugaskan

Politik

Puluhan Guru Muda Gelar Sekolah Rakyat Untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana di Aceh

Politik

Ketum PBNU Pertanyakan 'Terowongan Silaturahim' Jokowi