drberita.id -Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah (PP GPA) mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Idul Adha 2026.
Melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banpres) yang bersumber dari APBN, Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp.100 miliar untuk menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban premium ke seluruh penjuru Indonesia.
Ketua Umum GP Alwashliyah, H. Aminullah Siagian, menilai kebijakan ini bukan sekadar rutinitas ibadah. Langkah ini merupakan manifestasi nyata dari kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil. Pemerintah terbukti menerapkan tata kelola distribusi yang sangat ketat dan transparan melalui tiga pilar utama:
1. Pemerataan Wilayah: Hewan kurban didistribusikan secara merata ke 38 provinsi serta seluruh kabupaten/kota demi memastikan manfaat daging kurban dirasakan secara nasional.
2. Sasaran Penerima yang Tepat: Penyerahan hewan kurban difokuskan kepada masjid agung (seperti Masjid Istiqlal), pondok pesantren, lembaga pendidikan, serta tokoh agama masyarakat.
3. Pemberdayaan Ekonomi Daerah: Pemerintah mewajibkan pembelian hewan kurban langsung dari peternak lokal, yang secara otomatis memutar roda ekonomi di tingkat akar rumput.
"Secara substansi sosial dan moral, kurban yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto mengandung esensi keteladanan kepemimpinan yang sangat mendalam. Langkah ini menjadi media bagi penguasa untuk menyingkirkan ego kekuasaan demi melayani dan berbagi langsung dengan masyarakat kecil," ujar H. Aminullah Siagian," ujarnya, Kamis 28 Mei 2026.
Aminiullah menambahkan bahwa program Presiden Prabowo ini menjadi simbol keadilan sosial yang nyata bagi rakyat Indonesia.
"Kebijakan tersebut memastikan masyarakat miskin di daerah pelosok yang jarang mengonsumsi daging dapat ikut menikmati hidangan bergizi pada Hari Raya," tutupnya.