Gawat, Rumah Sakit Covid-19 di Medan Penuh

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir052021/_8883_Gawat--Rumah-Sakit-Covid-19-di-Medan-Penuh.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Ilustrasi
Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik

drberita.id-MEDAN | Jumlah pasien Covid-19 di Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan hingga rumah sakit menjadi kewalahan. Saat ini hampir seluruh rumah sakit rujukan di Kota Medan kehabisan tempat tidur.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 dengan rumah sakit se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa 4 Mei 2021.

BACA JUGA :Anggota DPRD Sumut Ditangkap Kasus Korupsi Cetak Sawah di Dairi

Dalam rapat yang dipimpin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, sejumlah direktur rumah sakit memaparkan kendala dalam penanganan pasien Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.

Direktur Operasional Rumah Sakit Murni Teguh Medan, dr. Jong Khai mengatakan, meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan membuat pihaknya tidak lagi mampu menampungnya sehingga harus dirujuk ke rumah sakit lain. Namun permasalahan muncul karena hampir semua rumah sakit di Medan yang merawat pasien Covid juga kehabisan ruangan.

"Kapasitas kita cuma 64 bed, kasus semakin meningkat jadi banyak pasien Covid yang perlu perawatan, nggak tertampung. Sementara kita mau merujuk kesulitan, karena semua rumah sakit yang merawat pasien Covid penuh," ungkapnya.

Ia menuturkan, pada Januari 2021 pihaknya merawat 230 pasien Covid, Februari 171 pasien, Maret 182 pasien, dan April meningkat hingga 242 pasien.

Dari data tersebut, persentase kematian cukup tinggi, yakni 11 persen pada Januari, Februari 15 persen dan pada April persentase kematian sangat tinggi mencapai 20 persen.

[br]

Sementara Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit meningkat hampir 100 persen. "Tadi pagi di IGD itu mengantri 15 pasien, kami kesulitan untuk merujuk," ujarnya.

Senada diungkapkan Direktur Rumah Sakit Royal Prima Medan Dr. Suhartina Darmadi. Ia mengatakan, saat ini Rumah Sakit Royal Prima hanya merawat pasien Covid-19 dengan kondisi sedang hingga berat.

Kapasitas ICU ada 20 tempat tidur dengan ruang isolasi bertekanan negatif 224 tempat tidur. Namun katanya semua ruangan sudah penuh. "Saat ini semua penuh. Tadi di IGD antri lebih dari 10 pasien. Akhir-akhir ini pasien meningkat tajam," ujarnya.

Sementara, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Zainal Safri mengatakan, masalah yang dihadapi rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tersebut saat ini adalah kurangnya ICU untuk pasien Covid-19.

BACA JUGA :Survei LP3ES: PDIP 24%, Demokrat 11,2%, Gerindra 9%, Golkar 7,4% dan PKS 5,6%

Ia mengungkapkan, bahwa saat ini kasus Covid-19 di Sumut dan sejumlah daerah di Sumatera melejit. "Sumut, Aceh, Riau, itu melejit, Jawa tidak. Padang juga itu, sama polanya hampir seperti dulu," sebutnya.

Ia khawatir kondisi ini akan semakin memburuk bila tidak dapat dikendalikan dengan cepat. Terlebih masyarakat akan menghadapi Idul Fitri. "Yang ditakutkan, ini belum yang sebenarnya. Kita masih punya lebaran. Ini yang kita takutkan di masyarakat," ujarnya.

Penulis
: DR Berita
Editor
: admin
Sumber
: Rilis

Tag:

Berita Terkait

Politik

Ombudsman Dukung Sikap Tegas Walikota Medan Tutup RS Kutip Biaya Pasien Covid-19

Politik

Ini Arahan Jokowi Untuk Semua Kepala Daerah Melayani Pasien Covid-19

Politik

Warga Medan Deli Laksanakan Tangkal 3T

Politik

Liput Pemakaman, Wartawan di Deliserdang Dikeroyok Keluarga Pasien Covid-19

Politik

Varian Baru "EEK" Covid-19 Ditemukan di Jepang

Politik

TNI Donor Plasma Darah Untuk Bantu Pasien Covid-19