Pilpres 2024

Forum Aktivis 98: Lembaga Survey Saat Ini Jadi Sampah Demokrasi

Hasil Tidak Sesuai Fakta Lapangan
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202306/_2569_Forum-Aktivis-98--Lembaga-Survey-Saat-Ini-Jadi-Sampah-Demokrasi.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Kordinator Forum Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati.
drberita.id -Kordinator Forum Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati mengatakan lembaga survei saat ini tidak lagi berperan sebagai instrumen demokrasi yang melakukan kontrol dan sosialisasi pemilu agar berjalan jujur dan adil, tetapi sudah menjadi sampah demokrasi.

"Lembaga survei saat ini justru jadi sampah demokrasi, diduga karena seringkali merilis hasil surveinya di media berbeda dengan kenyataan di lapangan," ungkap Ikhyar di Medan, Jumat 30 Juni 2023.

Ikhyar menambahkan, dalam iklim demokrasi, sejatinya lembaga survei merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang bertujuan memberikan pendidikan politik, sekaligus mengawal pemilu agar jujur dan adil.

Justru saat ini peran lembaga survei diduga jadi alat untuk framing dan branding capres dalam pilpres maupun Cakada dalam pilkada.

"Tugas lembaga survei itu memberikan pencerahan dan pendidikan politik ke masyarakat. Apa yang menjadi harapan publik kepada calon, atau mengawal pileg dan pilpres agar jurdil. Jika surveinya benar dan hasil yang diungkap juga sesuai fakta lapangan, maka capres atau cakada yang menang dengan curang akan ditolak publik, karena rakyat percaya kredibilitas lembaga survei tersebut," jelas Ikhyar.

Namun menurut Ikhyar, lembaga survei saat ini tidak lagi independen dan objektif. Karena sudah bekerja untuk kepentingan capres atau cakada.

"Saat ini kan terbalik, lembaga survei yang harusnya independen justru bekerja untuk para capres dan cakada, hasil surveinya pun sudah bisa dipastikan sesuai dengan kepentingan tuannya," tandas Ikhyar.

Misalnya, kata Ikhyar, rilis hasil survei yang dilakukan PWS Sharazani MA, hasilnya Prabowo Subianto mendapat 40,5%, Ganjar Pranowo 33,4% dan Anies Baswedan 20,8%.

Sementara, lembaga survei Populi yang merilis hasil dalam simulasi tiga tokoh calon presiden justru Ganjar Pranowo diurutan pertama dengan hasil 35,8%, disusul Prabowo 33,4%, dan terakhir Anies 23,2%.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Anggota GWA Penikmat Demokrasi Bincang Pagi Dengan Edy Rahmayadi

Politik

Rahudman: Demokrasi Indonesia Bisa Baik Jika Hukum di Atas Kekuasaan

Politik

Relawan Prabowo: Ini Pesta Demokrasi Bukan Perang

Politik

Hari Sumpa Pemuda: Rahudman Ajak Generasi Muda Aktif Sambut Pesta Demokrasi

Politik

Ngopi Bareng WAG Penikmat Demokrasi: Politik Pintar Jelang Pemilu 2024

Politik

Putusan PK Moeldoko Membangun Demokrasi