drberita.id | Gubernur Edy mengapresiasi respon dari perwakilan dunia usaha yang positif menyambut tatanan normal baru atau New Normal di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak 65 orang perwakilan dunia usaha hadir dalam pertemuan.
"Saya sangat apresiasi pertemuan ini karena saat ini juga dihadiri oleh personel lengkap dari Forkompimda Sumut," kata Edy Rahmayadi kepada 65 perwakilan dunia usaha di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jala Jend. Sudirman No.41 Medan, Selasa 16 Juni 2020.
Ketua GTPP Covid-19 Sumut ini menjelasakan, diperlukan suatu aturan sebagai penjabaran dalam masa transisi menuju new normal. Edy memastikan aturan tersebut sudah dalam pembahasan oleh alih dan pakat.
Baca Juga: Aminullah Laporkan Dugaan Pungli & TPPU Walikota Sibolga ke KPK
"Sumut memerlukan aturan sebagai penjabaran dari Keppres No. 12 Tahun 2020 (New Normal), dan saat ini Sumut berada di masa transisi dan sedang dilakukan pembahasan dan kajian bagaimana dan apa yang akan kita lakukan dalam penerapan New Normal atau tatanan normal baru," katanya.
Menurut Edy, Pemerintah Provinsi akan menerapkan bottom up dalam mendapatkan masukan dari kabupaten/kota, karena tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan perlakuan dari kondisi daerahnya, dan tanggal 20 Juni 2020 menjadi bawas waktu masukan atau perbaikan draft dari kabupaten/ota.
"Berlatarbelakang itu, Saya mengharapkan kerja sama dan dukungan dari pelaku bisnis termasuk pemilik mall dan pasar. Karena ada beberapa aturan yang harus kita sepakati, dan apabila ada yang melanggar akan kita tentukan juga sanksi atau funishmentnya," ucap Edy.
Baca Juga: Tolak RUU HIP, Mapancas Ingatkan Polri Jika Komunis Berkembang Gejolak Sosial Terjadi
Intinya, lanjut Edy, dari pembahasan ini bahwa Covid-19 akan dijadikan sebagai bagian dari kehidupan. Hal ini telah disimpulkan setelah mendengarkan pandangan dari beberapa pakar ahli di Sumut.
"Pemerintah Sumut telah membagikan masker ke masyarakat, namun banyak yang tidak menggunakan karena alasan tidak nyaman, untuk itu Saya harapkan di pelaku usaha sudah menerapkan penggunaan face shield atau tameng wajah dari mika bagi pedagang dan penjualan," sebutnya.
(art/drb)