drberita.id -Penderitaan panjang yang dialami rakyat
Palestina akibat agresi militer
Israel mendapat respon dari kalangan ulama di Indonesia. Dewan Ulama Thariqah Indonesia (DUTI) salah satunya yang menyatakan sikap tegas atas kondisi rakyat Palestina.
Sikap ini disampaikan DUTI usai mudzakarah pada Ahad, 19 Syawwal 1446 H atau Minggu 20 April 2025 M di Pondok Pesantren Taruna Rabbani, Koto Sani, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, pimpinan Thariqah Naqsabandiyah Babussalam Simalungun, didapuk oleh peserta muzakarah se-Asean untuk membacakan hasil muzakarah dan pernyataan sikap dukungan pada Palestina.
Dalam pernyataan, DUTI menegaskan bahwa penderitaan bangsa Palestina adalah bentuk nyata dari penjajahan dan kezaliman yang bertentangan dengan nilai nilai kemanusiaan, ajaran Islam, serta prinsip kemerdekaan seperti tercantum dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945.
"Dalam Islam, umat itu satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya. Maka, membela Palestina adalah kewajiban moral dan spiritual bagi umat Islam," ungkap TGB Ahmad Sabban saat membacakan pernyataan.
DUTI secara eksplisit menyerukan kepada umat Islam untuk menjalankan jihad dalam membela Palestina, sesuai kapasitas masing masing. Bentuk jihad ini tidak terbatas pada aspek militer, tetapi mencakup dukungan moral, ekonomi, sosial, politik, hingga partisipasi aktif dalam proses pemulihan Palestina pascaperang.
Selain itu, DUTI juga menyerukan pemboikotan terhadap segala bentuk dukungan terhadap Israel. Produk, perusahaan, hingga negara negara yang terafiliasi atau mendukung kebijakan Israel atas Palestina menjadi sorotan dalam pernyataan sikap ini.
Menariknya, DUTI memberikan dukungan penuh terhadap rencana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mengevakuasi warga sipil Palestin, terutama wanita, anak anak, dan lansia ke Indonesia.
Evakuasi ini untuk memberikan perlindungan sementara, serta layanan kesehatan dan pendidikan layak. DUTI menyatakan kesediaannya untuk turut ambil bagian dalam proses pendampingan tersebut.
"Kami siap membantu memberikan pendampingan rohani, kesehatan, dan pendidikan bagi saudara-saudara kita dari Palestina yang membutuhkan uluran tangan kita," tegas DUTI dalam penutup pernyataan.
Pernyataan ini ditandatangani oleh Ketua DUTI, Prof. Ahmad Rahman, Sekretaris Dr. Zubaier Ahmad, dan Rais Mustasyar Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani.
DUTI berharap, sikap ini menjadi bentuk tanggung jawab moral di hadapan Allah SWT dan dapat menginspirasi Umat Islam Indonesia untuk bersatu dalam membela keadilan dan kemerdekaan Palestina.